Tahun Politik, Dirut Bulog Wanti-wanti Perajin Tahu Tempe Jangan Dipolitisasi
Kamis, 02 Februari 2023 - 17:55 WIB
loading...
Buwas -sapaan akrab Budi Waseso- mengaku khawatir bila ada pihak yang memanfaatkan para perajin tahu tempe untuk kepentingan kepentingan politik dan bisnisnya semata jelang tahun politik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso mengingatkan, jangan sampai perajin tahu tempe dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu menjelang tahun politik di 2024. Buwas -sapaan akrab Budi Waseso- mengaku khawatir bila ada pihak yang memanfaatkan para perajin tahu tempe untuk kepentingan kepentingan politik dan bisnisnya semata.
"Ini tahun politik ini, jangan sampai perajin tahu tempe digulirkan untuk kepentingan-kepentingan politik, jangan," ungkap Buwas saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Ada Praktik Kartel di Perdagangan Kedelai, Buwas: Bulog Diancam
Sebaliknya, dia justru ingin memenuhi kebutuhan para industri kecil tersebut melalui suplai kedelai dengan harga yang murah. Namun, langkah itu cukup berat lantaran adanya praktik kartel.
Buwas mengaku Bulog akan menerima ancaman bila aksi korporasi itu dilakukan. "Justru itu saya ingin memenuhi ini, sudah lama saya ingin memenuhi itu. Tapi pasti ada yang enggak nyaman," ucap dia.
Adapun Bulog menerima penugasan dari pemerintah untuk mendatangkan 350.000 ton kedelai. Bahkan, jumlah itu lebih kecil dari komitmen yang diperoleh perusahaan yakni 500.000 ton lebih kedelai.
Baca Juga: Jawab Kritikan Mendag Soal Impor Kedelai, Buwas: Kita Gak Bisa Asal
"Ini tahun politik ini, jangan sampai perajin tahu tempe digulirkan untuk kepentingan-kepentingan politik, jangan," ungkap Buwas saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Ada Praktik Kartel di Perdagangan Kedelai, Buwas: Bulog Diancam
Sebaliknya, dia justru ingin memenuhi kebutuhan para industri kecil tersebut melalui suplai kedelai dengan harga yang murah. Namun, langkah itu cukup berat lantaran adanya praktik kartel.
Buwas mengaku Bulog akan menerima ancaman bila aksi korporasi itu dilakukan. "Justru itu saya ingin memenuhi ini, sudah lama saya ingin memenuhi itu. Tapi pasti ada yang enggak nyaman," ucap dia.
Adapun Bulog menerima penugasan dari pemerintah untuk mendatangkan 350.000 ton kedelai. Bahkan, jumlah itu lebih kecil dari komitmen yang diperoleh perusahaan yakni 500.000 ton lebih kedelai.
Baca Juga: Jawab Kritikan Mendag Soal Impor Kedelai, Buwas: Kita Gak Bisa Asal
Lihat Juga :