Paman Sam Kerek Suku Bunga, Bank Indonesia Harus Hati-hati
Senin, 06 Februari 2023 - 06:38 WIB
loading...
Kenaikan suku bunga The Fed (FFR) diprediksi akan memicu peningkatan suku bunga di negara lain, khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Ilustrasi foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve System atau The Fed telah mengumumkan kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 4,5% - 4,75% pada Kamis (2/2) dini hari waktu Indonesia.
Kenaikan suku bunga oleh otoritas di negeri Paman Sam itu diprediksi akan memicu peningkatan suku bunga di negara lain, khususnya negara berkembang seperti Indonesia.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai kenaikan suku bunga di Indonesia sebagai suatu hal yang wajar.
Hal ini dilakukan untuk menghindari keluarnya aliran modal asing atau capital outflow dari pasar keuangan dan untuk menjaga momentum penguatan nilai tukar rupiah.
“Kenaikan tingkat suku bunga acuan di Amerika Serikat akan mendorong bank sentral di banyak negara terutama emerging market (negara dengan pasar berkembang) seperti Indonesia dalam meningkatkan suku bunga acuannya karena untuk menghindari capital outflow dan pelemahan nilai tukar,” bebernya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Senin (6/2/2023).
Baca juga: Mengawali 2023, The Fed Kerek Suku Bunga AS 25 Basis Poin
Namun, Faisal mengingatkan Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam mengerek suku bunganya. “Jangan agresif, harus sangat berhati-hati,” tandasnya.
Kenaikan suku bunga oleh otoritas di negeri Paman Sam itu diprediksi akan memicu peningkatan suku bunga di negara lain, khususnya negara berkembang seperti Indonesia.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai kenaikan suku bunga di Indonesia sebagai suatu hal yang wajar.
Hal ini dilakukan untuk menghindari keluarnya aliran modal asing atau capital outflow dari pasar keuangan dan untuk menjaga momentum penguatan nilai tukar rupiah.
“Kenaikan tingkat suku bunga acuan di Amerika Serikat akan mendorong bank sentral di banyak negara terutama emerging market (negara dengan pasar berkembang) seperti Indonesia dalam meningkatkan suku bunga acuannya karena untuk menghindari capital outflow dan pelemahan nilai tukar,” bebernya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip Senin (6/2/2023).
Baca juga: Mengawali 2023, The Fed Kerek Suku Bunga AS 25 Basis Poin
Namun, Faisal mengingatkan Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam mengerek suku bunganya. “Jangan agresif, harus sangat berhati-hati,” tandasnya.
Lihat Juga :