ATMI-ExxonMobil Kolaborasi Dorong Teknologi CCS untuk Capai Target NZE Indonesia
Senin, 06 Februari 2023 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Menteri ESDM Ungkap 4 Jurus Capai Target Produksi Minyak 1 Juta Barel
Dalam Roadmap NZE Indonesia di sektor energi yang disebutkan pada Special Report International Energy Agency (IEA), aplikasi CCS dimulai setelah tahun 2025 dengan jumlah CO2 yang ditangkap diperkirakan mencapai 6 juta ton per tahun pada 2030. Jumlah tangkapan karbon kemudian meningkat mencapai sekitar 190 juta ton per tahun pada 2060. Mirza mengatakan, saat ini terdapat 16 proyek CCS/CCUS di Indonesia dalam tahap studi dan persiapan, sebagian besar ditargetkan beroperasi sebelum 2030.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IATMI Raam Krisna menyampaikan teknologi CCS bukan hal yang baru. Menginjeksikan CO2 ke sumur migas diyakini akan meningkatkan produksi migas. Terlebih, geologi Indonesia juga mendukung penerapan teknologi ini. "Geologi Indonesia cukup unik dengan banyaknya lapangan-lapangan yang berdasarkan jebakan geologi dapat secara alami menahan CO2 yang diinjeksikan nantinya," kata dia.
Menurut Raam, hasil penggunaan CCS untuk meningkatkan produksi, tidak bisa langsung terlihat hasilnya dalam tahun ini, melainkan di tahun-tahun mendatang. IATMI berharap peningkatan produksi minyak dari teknologi ini dapat mengurangi tekanan impor minyak.
Sementara itu, Prasanna V Joshi dari ExxonMobil menyampaikan kunci kesuksesan proyek CCS. "Kuncinya adalah kolaborasi, skala, biaya, serta keamanan dan manajemen risiko. Apabila semua aspek tersebut diperhitungkan dengan baik, program CCUS akan sukses," ujarnya.
Dalam Roadmap NZE Indonesia di sektor energi yang disebutkan pada Special Report International Energy Agency (IEA), aplikasi CCS dimulai setelah tahun 2025 dengan jumlah CO2 yang ditangkap diperkirakan mencapai 6 juta ton per tahun pada 2030. Jumlah tangkapan karbon kemudian meningkat mencapai sekitar 190 juta ton per tahun pada 2060. Mirza mengatakan, saat ini terdapat 16 proyek CCS/CCUS di Indonesia dalam tahap studi dan persiapan, sebagian besar ditargetkan beroperasi sebelum 2030.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IATMI Raam Krisna menyampaikan teknologi CCS bukan hal yang baru. Menginjeksikan CO2 ke sumur migas diyakini akan meningkatkan produksi migas. Terlebih, geologi Indonesia juga mendukung penerapan teknologi ini. "Geologi Indonesia cukup unik dengan banyaknya lapangan-lapangan yang berdasarkan jebakan geologi dapat secara alami menahan CO2 yang diinjeksikan nantinya," kata dia.
Menurut Raam, hasil penggunaan CCS untuk meningkatkan produksi, tidak bisa langsung terlihat hasilnya dalam tahun ini, melainkan di tahun-tahun mendatang. IATMI berharap peningkatan produksi minyak dari teknologi ini dapat mengurangi tekanan impor minyak.
Sementara itu, Prasanna V Joshi dari ExxonMobil menyampaikan kunci kesuksesan proyek CCS. "Kuncinya adalah kolaborasi, skala, biaya, serta keamanan dan manajemen risiko. Apabila semua aspek tersebut diperhitungkan dengan baik, program CCUS akan sukses," ujarnya.
(fai)
Lihat Juga :