Digiserve Raih Kinerja Positif Berkat Transformasi Bisnis
Kamis, 09 Februari 2023 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan portofolio utama yang kedua adalah Managed Digital Productivity yang terdiri dari Integrated Management Platform, Unified Communication & Collaboration, serta Professional Services.
Hartono menjelaskan sejumlah capaian penting perusahaan selama tahun 2022, pertama EBITDA yang naik 18,4% dan 28,2% secara tahunan. Sementara Net Income naik drastis 128%, merupakan hasil murni dari pencapaian secara bisnis.
Capaian kedua adalah berhasil menjadikan portofolio MNS sebagai penyumbang Total Contract Value (TCV) terbesar di tahun 2022 dengan kontribusi revenue sebesar 62,16%. Capaian ketiga adalah meluncurkan blue ocean product Service Management Platform (SMP), kemudian perusahaan berhasil mempertahankan skor Service Level Agreement pada level 99,9%, melampaui standar sebesar 99,8%.
Pada kesempatan yang sama, Bungaran Adil P. Siagian, Direktur Sales & Operasional Digiserve, menjelaskan tentang proyeksi tren ICT Managed Services di 2023. Menurutnya segmen enterprise makin terbuka dengan kolaborasi dan kemitraan, mendukung proses transformasi digital, sehingga pengeluaran ICT pada IT service terus meningkat termasuk di dalamnya kebutuhan terhadap solusi Managed Service.
"Dalam area solution managed service, 3 layanan yang diprediksi akan tumbuh maksimal adalah Professional Service karena memiliki Compounded Annual Growth Rate (CAGR) tertinggi sebesar 28,8% diikuti oleh Managed Cloud Service dengan CAGR sebesar 25,8%kemudian Managed Security Network dengan CAGR sebesar 18,8%," jelas Adil.
Pada tahun 2023 ini diproyeksikan market managed service secara aggregate berada pada Rp.37,8 triliun dengan aggregate CAGR sebesar 18,9%. Oleh karena itu bisnis MNS diproyeksikan akan tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perusahaan sampai beberapa tahun ke depan.
Hartono menjelaskan sejumlah capaian penting perusahaan selama tahun 2022, pertama EBITDA yang naik 18,4% dan 28,2% secara tahunan. Sementara Net Income naik drastis 128%, merupakan hasil murni dari pencapaian secara bisnis.
Capaian kedua adalah berhasil menjadikan portofolio MNS sebagai penyumbang Total Contract Value (TCV) terbesar di tahun 2022 dengan kontribusi revenue sebesar 62,16%. Capaian ketiga adalah meluncurkan blue ocean product Service Management Platform (SMP), kemudian perusahaan berhasil mempertahankan skor Service Level Agreement pada level 99,9%, melampaui standar sebesar 99,8%.
Pada kesempatan yang sama, Bungaran Adil P. Siagian, Direktur Sales & Operasional Digiserve, menjelaskan tentang proyeksi tren ICT Managed Services di 2023. Menurutnya segmen enterprise makin terbuka dengan kolaborasi dan kemitraan, mendukung proses transformasi digital, sehingga pengeluaran ICT pada IT service terus meningkat termasuk di dalamnya kebutuhan terhadap solusi Managed Service.
"Dalam area solution managed service, 3 layanan yang diprediksi akan tumbuh maksimal adalah Professional Service karena memiliki Compounded Annual Growth Rate (CAGR) tertinggi sebesar 28,8% diikuti oleh Managed Cloud Service dengan CAGR sebesar 25,8%kemudian Managed Security Network dengan CAGR sebesar 18,8%," jelas Adil.
Pada tahun 2023 ini diproyeksikan market managed service secara aggregate berada pada Rp.37,8 triliun dengan aggregate CAGR sebesar 18,9%. Oleh karena itu bisnis MNS diproyeksikan akan tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perusahaan sampai beberapa tahun ke depan.
Lihat Juga :