Ekonomi China Akan Tumbuh 5% Tahun Ini, Proyeksi Fitch Ratings Direvisi

Jum'at, 10 Februari 2023 - 23:36 WIB
loading...
Ekonomi China Akan Tumbuh...
Ekonomi China akan tumbuh sebesar 5% pada tahun 2023, seperti disampaikan Fitch Ratings dalam proyeksinya sesudah direvisi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonomi China akan tumbuh sebesar 5% pada tahun 2023, seperti disampaikan Fitch Ratings dalam proyeksinya sesudah direvisi. Perkiraan tersebut membaik dari prediksi sebelumnya pada Desember yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi China capai 4,1%.

Revisi terbaru didasarkan pada "bukti bahwa konsumsi dan aktivitas pulih lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya" setelah pemerintah China menghapus sebagian besar pembatasan Covid yang ketat. Hal itu menjadi sinyal bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu mulai melangkah menjauhi kebijakan nol Covid-nya.

Baca Juga: Krisis Real Estate China Belum Berakhir, IMF Beri Peringatan

Proyeksi Fitch juga merujuk pada indeks manajer pembelian (PMI) terbaru China untuk manufaktur dan jasa, mengukur aktivitas bisnis, yang menunjukkan pertumbuhan lebih lanjut.

Berdasarkan data resmi, PMI manufaktur China naik menjadi 50,1 pada Januari dari sebelumnya 47, dan PMI jasanya naik menjadi 54,4 atau menjadi level tertinggi sejak Juni 2022. Nilai di atas 50 menunjukkan adanya perluasan kegiatan ekonomi, sedangkan level di bawah 50 poin memperlihatkan adanya kontraksi.

Ada gelombang besar wabah Covid di seluruh China setelah pihak berwenang mencabut langkah-langkah kebijakan ketat mereka. Tetapi Fitch menyakini hal itu "tampaknya bakal mereda," mengutip komentar dari pejabat kesehatan dan tren mobilitas.

"Rebound cepat dari gelombang kejut Covid berarti bahwa aktivitas di 1H23 akan lebih kuat dari yang kami perkirakan," kata tim ekonom yang dipimpin oleh Brian Coulton dalam sebuah keterangannya.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Bisnis Anjlok, Ekonomi China Bisa Menuju Resesi di 2023

"Kami percaya menstabilkan pemulihan akan tetap menjadi fokus utama dalam waktu dekat, tetapi tidak mengantisipasi adanya pelonggaran kebijakan makro yang agresif," tulis para ekonom, saat Kongres Rakyat Nasional dijadwalkan berlangsung pada Maret, mendatang.

Para ekonom juga mencatat produk domestik bruto China pada Desember lebih baik dari yang diperkirakan Fitch.

Menjaga Pengeluaran

Saat banyak ekonom meramalkan pemulihan yang dipimpin konsumsi, UBS menambahkan, bahwa pengeluaran akan agak "berhati-hati" karena tekanan pada kepercayaan konsumen.

Bank Swiss itu memperkirakan, bahwa rumah tangga China memiliki total kelebihan tabungan senilai 4 triliun yuan hingga 4,6 triliun yuan (antara USD 590 miliar sampai USD 678 miliar), menurut kepala ekonom China, Wang Tao.

"Dengan lapangan kerja dan pendapatan rumah tangga yang masih membutuhkan pemulihan, kepercayaan konsumen mungkin tidak pulih sepenuhnya tetapi tetap berhati-hati," kata tim Wang dalam sebuah catatan.

Pada akhirnya, UBS memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga China akan melonjak menjadi 10-11% secara nominal dan 7,8% secara riil pada tahun 2023.

"Normalisasi lebih lanjut dari perilaku konsumen dan lebih banyak pelepasan tabungan berlebih dapat membantu menopang pemulihan konsumsi di masa depan pada tahun 2024 dan seterusnya," kata Wang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Ekspor Kuat, Konsumsi...
Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved