Di Malaysia Sudah Turun, di Indonesia Kapan BBM Turun?

Selasa, 28 April 2020 - 15:52 WIB
loading...
Di Malaysia Sudah Turun,...
Harga Minyak Belum Turun
A A A
JAKARTA - Sejak Oktober tahun lalu harga minyak dunia terus bergerak menukik tajam. Jatuhnya harga minyak mentah dunia kembali berlanjut pada perdagangan Selasa (28/4/2020) waktu Asia. Harga minyak mentah kontrak berjangka untuk jenis Brent untuk pengiriman Juni 2020 kembali molorot 2% ke US$ 19,59/barel. Di saat yang sama untuk minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juni 2020 anjlok 7,75% ke US$ 11,79/barel. Sebelumnya pada Senin (27/4) malam harga minyak juga ambles, harga kontrak WTI turun 24%, sementara Brent terpangkas 6%.

Seperti diketahui harga minyak jenis Brent digunakan sebagai acuan harga minyak dibanyak negara termasuk Indonesia. Sementara jenis WTI merupakan harga minyak yang dijadikan acuan harga minyak di Amerika Serikat.

Sejak Oktober 2019 harga minyak memang terus merosot. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China ditengarai sebagai pemicunya. Memasuki 2020 harga minyak dunia terus tertekan, karena adanya perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia. Kini wabah virus corona membuat harga minyak terus merosot, hingga benar-benar tidak ada harganya.

Harga minyak mentah AS untuk pertama kalinya jatuh hingga di bawah 0 dolar per barel pada Senin waktu Indonesia (20/2/2020). Harga minyak secara mengejutkan mencapai minus US$37,63 per barel. Harga minyak WTI anjlok hingga US$ 55,90 atau 306% menjadi minus 37,63 per barel, bahkan sempat mencatat titik terendah minus US$40,32 per barel. Harga minyak WTI yang negatif ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah. Harga Brent juga ikut meluncur turun. Pada penutupan perdagangan 21 April, harga minyak jenis ini berada di US$ 19,33/barel. Dalam catatan perdagangan, ini menjadi kali pertama sejak 2001 harga Brent berada di bawah US$ 20/barel.

Dikutip dari sejumlah analis, jatuhnya harga si emas hitam ke level minus disebabkan oleh dua hal. Pertama produksi yang terus meningkat sementara tempat penyimpanan terbatas.
Ini menyebabkan, investor terpaksa merealisasikan pengiriman kontrak dan tidak masuk ke kontrak futures untuk periode selanjutnya. Harga minyak pun jadi ambyar, karena minimnya minat investor untuk masuk ke kontrak futures.

Faktor kedua, produksi yang terus bertambah tidak diiringi oleh permintaan. Menurut hasil riset yang dilkukan oleh Rystad Energy, lembaga peneliti energi asal Norwegia, memperkirakan permintaan minyak tahun ini turun 10,4% dibandingkan tahun lalu (2019). Rinciannya , permintaan minyak dunia pada 2019 berada sekitar 99,5 juta barel/hari. Tahun 2020 ini, diperkirakan turun menjadi hanya 89,2 juta barel/hari. Dan situasi terparah terjadi pada April ini diperkirakan permintaan turun sedalam 26,7% menjadi cuman 72,3 juta barel/hari.

Di dalam negeri turunnya harga minyak dunia membaut sejumlah pihak meminta pemerintah menurunkan harga BBM baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi. Salah satu alasannya, ini merupakan saat yang tepat untuk mengurangi beban rakyat yang terdampak akibat pagebluk corona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Rekomendasi
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved