Hotel Berbintang Ramai Dijual di Situs Online, Pemilik Kesulitan Mencicil Utang

Minggu, 12 Februari 2023 - 08:38 WIB
loading...
Hotel Berbintang Ramai...
Fenomena banyak pemilik hotel berbintang menjual aset properti diyakini masih akan terus berlanjut di 2023, begini penjelasan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Fenomena banyak pemilik hotel berbintang menjual aset properti diyakini masih akan terus berlanjut di 2023. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) , Hariyadi Sukamdani menerangkan, meski saat ini sudah masuk masa pemulihan, banyak pemilik hotel yang masih kesulitan mencicil utang dan menutupi kerugian saat pandemi COVID-19.

“Rasio utang saat pandemi dengan cashflow-nya tidak menutupi. Jadi banyak yang memilih menjual hotel mereka,” kata Hariyadi di sela pembukaan kembali Solo Brasserie and Lounge di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/2/2023) malam.

Baca Juga: Heboh Hotel Dijual Online, PHRI: Hanya yang Kecil-kecil

Sekadar diketahui, belakangan ini sejumlah hotel berbintang di berbagai daerah ditawarkan di situs online. Di Bali pun banyak hotel berbintang, resort dan vila yang dijual melalui online.

Berdasarkan pantauan di website panjualan online, beberapa di antaranya yakni Hotel di Jakarta yang dijual antara lain Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta yang dibanderol Rp 750 miliar-Rp 1 triliun, Hotel Goodrich Suites Rp 250 miliar, Hotel Des Indes Menteng Rp650 miliar, Hotel Maple di Jakarta Barat Rp 135 miliar, Hotel Amaris Pluit Rp 120 miliar, Hotel Swiss-Belhotel Mangga Besar Rp 300 miliar dan Hotel Le Meridien Jalan Sudirman Jakarta Rp 2,5 triliun.

Baca Juga: Hotel Dijual di Lapak Online, PHRI: Cash flow Memang Sudah Parah

Di sisi lain, lanjut Hariyadi, minat investor untuk membeli hotel relatif rendah. Pemilik modal lebih tertarik menanamkan dana mereka ke industri padat modal.

“Enggak banyak juga yang mau beli. Investor lebih berminat ke pembangunan seperti smelter atau industri lainnya yang punya nilai tambah tinggi,” ujar CEO Sahid Group itu.

Selain itu menurutnya relaksasi dari pemerintah untuk industri perhotelan yang hanya sampai 2024 tidak mengurai utang. Diterangkan olehnya dengan hanya pembayaran bunganya saja yang dibagi termin, sehingga tidak cukup meringankan.

Potongan PPh 25 Badan (Pajak Penghasilan Pasal 25) pada 2020 dan 2021 pun tak terlalu berdampak lantaran bisnis perhotelan merugi. “Jadi kalau bicara stimulus, kami kemarin cuma dapat hibah pariwisata saja. Karena memang sulit, akhirnya banyak yang mempertimbangkan untuk menjual saja hotel mereka,” pungkas Hariyadi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
One Global Capital Perluas...
One Global Capital Perluas Portofolio Resor melalui Hotel Butik di Parramatta
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Digital, Minor Hotels Perkenalkan Platform Data dan AI Global
Masa Pajak Maret 2026,...
Masa Pajak Maret 2026, Wajib Pajak Restoran dan Hotel di Jakarta Dapat Keringanan 20%
Pajak Hotel di DKI Jakarta...
Pajak Hotel di DKI Jakarta Berlaku Terbatas, Ini Penjelasannya
Green Tourism, PHG Pimpin...
Green Tourism, PHG Pimpin Transisi Hotel Ramah Lingkungan dengan Dukungan ADB
Industri Hotel Digulung...
Industri Hotel Digulung Bencana, Tahun 2025 Jadi Paling Berat
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
5 Negara Pemilik Cadangan...
5 Negara Pemilik Cadangan Nikel Paling Banyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved