Wall Street Berakhir Mixed Imbas Data Inflasi AS Dorong Kekhawatiran Suku Bunga
Rabu, 15 Februari 2023 - 06:45 WIB
loading...
Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Selasa (14/2/2023) waktu setempat, setelah data harga konsumen Amerika Serikat (AS) untuk Januari menawarkan sedikit perubahan ekspektasi tentang langkah Federal Reserve. Foto/Dok
A
A
A
NEW YORK - Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Selasa (14/2/2023) waktu setempat, setelah data harga konsumen Amerika Serikat (AS) untuk Januari menawarkan sedikit perubahan ekspektasi tentang langkah Federal Reserve atau The Fed ke depan pada kenaikan suku bunga.
Mengutip Reuters, S&P 500 turun 0,03% ke level 4.136,17 poin. Sementara itu Nasdaq menguat 0,57% pada posisi 11.960,15 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,46% menjadi 34.089,40 poin.
Baca Juga: Inflasi AS Januari 2023 Tembus 6,4%, Terendah Sejak Oktober 2021
Harga konsumen AS meningkat karena orang Amerika terus dibebani oleh biaya perumahan sewa yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa The Fed akan mempertahankan perjuangannya melawan inflasi.
"Inflasi tetap tinggi, meski tampaknya melambat," kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.
"Melihat aksi harga hari ini, saya pikir mungkin ada sedikit aksi ambil untung karena kinerja tahun-ke-tahun yang kuat."
Dari 11 indeks sektor S&P 500, tujuh di antaranya mengalami penurunan dipimpin oleh real estat (.SPLRCR) yang jatuh 1,08%, diikuti oleh penurunan 0,95% pada bahan pokok konsumen (.SPLRCS). Indeks pilihan konsumen seperti produsen mobil listrik telah pulih lebih dari 60% pada tahun 2023 setelah kehilangan dua pertiga nilainya tahun lalu.
Mengutip Reuters, S&P 500 turun 0,03% ke level 4.136,17 poin. Sementara itu Nasdaq menguat 0,57% pada posisi 11.960,15 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,46% menjadi 34.089,40 poin.
Baca Juga: Inflasi AS Januari 2023 Tembus 6,4%, Terendah Sejak Oktober 2021
Harga konsumen AS meningkat karena orang Amerika terus dibebani oleh biaya perumahan sewa yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa The Fed akan mempertahankan perjuangannya melawan inflasi.
"Inflasi tetap tinggi, meski tampaknya melambat," kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.
"Melihat aksi harga hari ini, saya pikir mungkin ada sedikit aksi ambil untung karena kinerja tahun-ke-tahun yang kuat."
Dari 11 indeks sektor S&P 500, tujuh di antaranya mengalami penurunan dipimpin oleh real estat (.SPLRCR) yang jatuh 1,08%, diikuti oleh penurunan 0,95% pada bahan pokok konsumen (.SPLRCS). Indeks pilihan konsumen seperti produsen mobil listrik telah pulih lebih dari 60% pada tahun 2023 setelah kehilangan dua pertiga nilainya tahun lalu.
Lihat Juga :