Laba Bersih Garuda Indonesia Capai Rp55,7 Triliun, Lampaui BUMN Penghuni InJourney
Rabu, 15 Februari 2023 - 12:50 WIB
loading...
Menteri Erick Thohir mengatakan, untuk jasa pariwisata dan pendukung, konsolidasi yang paling tinggi non cash (laba bersih) di Garuda Indonesia, lainnya masih taraf penyehatan, kemarin masih merah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Laba bersih Garuda Indonesia yang mencapai Rp55,7 triliun pada 2022 melampaui BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang tergabung dalam InJourney. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebut, di luar Garuda Indonesia, kinerja perusahaan negara di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney masih merah atau dalam fase penyehatan.
"Di jasa pariwisata dan pendukung, konsolidasi yang paling tinggi non cash (laba bersih) di Garuda, lainnya masih taraf penyehatan, kemarin masih merah," ungkap Erick Thohir, dikutip Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Belum Kasih Izin Garuda Indonesia Gabung InJourney di 2023
Menurutnya, kinerja keuangan BUMN yang dinaungi Holding Pariwisata dan Pendukung semakin meningkat, bila terjadi konsolidasi aset perusahaan. Salah satunya, menggabungkan bandara yang dikelola Angkasa Pura I (Persero) dan Angkasa Pura II (Persero).
Terkait aksi korporasi ini, Erick belum membeberkan waktu pelaksanaannya. Meski begitu, dia optimis bahwa kinerja BUMN di sektor tersebut mulai membaik dan ditargetkan terus tumbuh pada tahun ini.
"Ketika bandara satu (AP 1), dan dua (AP II) belum konsolidasi secara keuangan, kemarin masih merah. Insya Allah tahun ini 2023 untung, jadi ada peningkatan," katanya.
Baca Juga: RI jadi Negara ke-40 yang Gelar F1 H20, InJourney Optimistis Danau Toba Makin Mendunia
"Di jasa pariwisata dan pendukung, konsolidasi yang paling tinggi non cash (laba bersih) di Garuda, lainnya masih taraf penyehatan, kemarin masih merah," ungkap Erick Thohir, dikutip Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Belum Kasih Izin Garuda Indonesia Gabung InJourney di 2023
Menurutnya, kinerja keuangan BUMN yang dinaungi Holding Pariwisata dan Pendukung semakin meningkat, bila terjadi konsolidasi aset perusahaan. Salah satunya, menggabungkan bandara yang dikelola Angkasa Pura I (Persero) dan Angkasa Pura II (Persero).
Terkait aksi korporasi ini, Erick belum membeberkan waktu pelaksanaannya. Meski begitu, dia optimis bahwa kinerja BUMN di sektor tersebut mulai membaik dan ditargetkan terus tumbuh pada tahun ini.
"Ketika bandara satu (AP 1), dan dua (AP II) belum konsolidasi secara keuangan, kemarin masih merah. Insya Allah tahun ini 2023 untung, jadi ada peningkatan," katanya.
Baca Juga: RI jadi Negara ke-40 yang Gelar F1 H20, InJourney Optimistis Danau Toba Makin Mendunia
Lihat Juga :