OJK Beri Restu IPO Pertamina Geothermal, Bidik Dana Segar Rp9,78 Triliun
Jum'at, 17 Februari 2023 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Adapun, sebagian dana hasil IPO akan dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex). Nelwin menjelaskan, tahun ini PGE menganggarkan capex untuk investasi baru sebesar USD250 juta, naik dari anggaran capex perseroan tahun lalu yang sebesar USD60 juta. Lalu, pada 2024 mendatang, PGE menyiapkan investasi baru senilai total USD350 juta.
“Makanya kami menyisir berbagai alternatif pendanaan, seperti IPO ini, dan dalam waktu dekat kami juga akan menerbitkan green bond dan alternatif pembiayaan lainnya,” imbuh Nelwin.
Baca Juga: Mantap IPO, Pertamina Geothermal Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun
Sebagai informasi, PGE saat ini mengelola 13 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877 megawatt. Secara rinci, sebanyak 672 megawatt dikelola langsung dan 1.205 megawatt melalui operasi bersama atau joint operation contract.
Adapun, kapasitas PLTP 672 megawatt (own operation) itu dibangkitkan dari enam area, yaitu Kamojang di Jawa Barat sebesar 235 megawatt, Lahendong di Sulawesi Utara sebesar 120 megawatt, Ulubelu di Lampung sebesar 220 megawatt, Sibayak di Sumatera Utara sebesar 12 megawatt, Karaha di Jawa Barat sebesar 30 megawatt, dan Lumut Balai di Sumatera Selatan sebesar 55 megawatt.
“Makanya kami menyisir berbagai alternatif pendanaan, seperti IPO ini, dan dalam waktu dekat kami juga akan menerbitkan green bond dan alternatif pembiayaan lainnya,” imbuh Nelwin.
Baca Juga: Mantap IPO, Pertamina Geothermal Cetak Laba Bersih Rp1,69 Triliun
Sebagai informasi, PGE saat ini mengelola 13 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877 megawatt. Secara rinci, sebanyak 672 megawatt dikelola langsung dan 1.205 megawatt melalui operasi bersama atau joint operation contract.
Adapun, kapasitas PLTP 672 megawatt (own operation) itu dibangkitkan dari enam area, yaitu Kamojang di Jawa Barat sebesar 235 megawatt, Lahendong di Sulawesi Utara sebesar 120 megawatt, Ulubelu di Lampung sebesar 220 megawatt, Sibayak di Sumatera Utara sebesar 12 megawatt, Karaha di Jawa Barat sebesar 30 megawatt, dan Lumut Balai di Sumatera Selatan sebesar 55 megawatt.
(nng)
Lihat Juga :