Anak Buah Erick Thohir Ungkap Status Pinjaman Rp8,3 Triliun ke China untuk Kereta Cepat
Sabtu, 18 Februari 2023 - 07:38 WIB
loading...
Pinjaman ke CDB untuk kereta cepat akan tercatat sebagai utang PT KCIC. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengajuan pinjaman kepada China Development Bank (CDB) sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun akan tercatat sebagai utang PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC ) dan bukan sebagai utang negara. Pinjaman itu digunakan untuk menambal pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) sebesar Rp18,2 triliun.
Baca juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Begini Respons Jokowi
"Jadi utang KCIC, konsorsium," ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat ditemui di Kementerian BUMN, Jumat (17/2/2023).
Saat ini Kementerian BUMN masih bernegosiasi dengan CDB terkait pinjaman tersebut. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran sebesar USD550 juta untuk menambal sebagian pembengkakan biaya KCJB.
"Nah nanti porsi yang kita butuhkan sekitar USD550 juta pinjamannya sedang kita ajukan ke CDB," ujar Tiko.
Selain bersumber dari utang, pembengkakan biaya KCJB juga akan ditambal dari penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% pembengkakan biaya (cost overrun) ditutupi menggunakan pinjaman.
Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN senilai Rp3,2 triliun.
Baca juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Begini Respons Jokowi
"Jadi utang KCIC, konsorsium," ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat ditemui di Kementerian BUMN, Jumat (17/2/2023).
Saat ini Kementerian BUMN masih bernegosiasi dengan CDB terkait pinjaman tersebut. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran sebesar USD550 juta untuk menambal sebagian pembengkakan biaya KCJB.
"Nah nanti porsi yang kita butuhkan sekitar USD550 juta pinjamannya sedang kita ajukan ke CDB," ujar Tiko.
Selain bersumber dari utang, pembengkakan biaya KCJB juga akan ditambal dari penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% pembengkakan biaya (cost overrun) ditutupi menggunakan pinjaman.
Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN senilai Rp3,2 triliun.
Lihat Juga :