Sektor Keuangan jadi Incaran Utama, Waspada Modus Phising Pencurian Data di Internet
Sabtu, 18 Februari 2023 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, pengguna internet juga harus cerdas dan teliti saat mengakses sebuah situs, biasanya situs pemerintah yang menggunakan alamat gov di bagian belakangnya. Alamat URL palsu biasanya tidak sesuai atau menambahkan huruf yang tidak sesuai dengan alamat resminya.
“Phising ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Untuk pengguna yang aktif menggunakan internet hendaknya kita berhati-hati,” tandasnya.
Tak hanya melalui website palsu, phising bisa terjadi melalui akun media sosial seseorang dengan mencuri data-data yang terdapat di dalamnya. Misalnya mengambil foto dan nama seseorang untuk tujuan menipu melalui WhatsApp untuk meminjam uang dan menjerat korban.
Baca juga: 3 Modus Penipuan yang Lagi Ramai di WhatsApp, dari Mengirim Alamat Link hingga Undangan Palsu
Perlu dicatat juga bahwa kesalahan manusia atau human error diprediksi akan tetap menjadi faktor utama ancaman keamanan siber pada tahun ini.
Pada tahun 2022, penelitian dari World Economic Forum mendapati bahwa 95% masalah keamanan siber jika ditelusuri penyebabnya terkait human error atau kelalaian pengguna. Untuk itu, masyarakat selain harus waspada juga hendaknya meningkatkan pengetahuan dan literasi digital.
Selain Lestari Nurhajati, pembicara lainnya yang hadir pada webinar literasi digital kali ini adalah Co-Founder & Direktur Syburst Coorporation Eko Prasetyo, dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia Cut Meutia Karolina.
Sebagai informasi, sebinar Literasi Digital ini merupakan bagian dari rangkaian program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.
“Phising ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Untuk pengguna yang aktif menggunakan internet hendaknya kita berhati-hati,” tandasnya.
Tak hanya melalui website palsu, phising bisa terjadi melalui akun media sosial seseorang dengan mencuri data-data yang terdapat di dalamnya. Misalnya mengambil foto dan nama seseorang untuk tujuan menipu melalui WhatsApp untuk meminjam uang dan menjerat korban.
Baca juga: 3 Modus Penipuan yang Lagi Ramai di WhatsApp, dari Mengirim Alamat Link hingga Undangan Palsu
Perlu dicatat juga bahwa kesalahan manusia atau human error diprediksi akan tetap menjadi faktor utama ancaman keamanan siber pada tahun ini.
Pada tahun 2022, penelitian dari World Economic Forum mendapati bahwa 95% masalah keamanan siber jika ditelusuri penyebabnya terkait human error atau kelalaian pengguna. Untuk itu, masyarakat selain harus waspada juga hendaknya meningkatkan pengetahuan dan literasi digital.
Selain Lestari Nurhajati, pembicara lainnya yang hadir pada webinar literasi digital kali ini adalah Co-Founder & Direktur Syburst Coorporation Eko Prasetyo, dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia Cut Meutia Karolina.
Sebagai informasi, sebinar Literasi Digital ini merupakan bagian dari rangkaian program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.
(ind)
Lihat Juga :