Jelang 1 Tahun Perang Rusia Ukraina: Rusaknya Hubungan Gas Moskow dan Eropa yang Tak Mungkin Pulih
Selasa, 21 Februari 2023 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
NEGOSIASI KOMPLEKS
Di sisi lain negosiasi dengan China tentang penjualan gas baru diperkirakan bakal rumit, paling tidak karena China diperkirakan tidak akan membutuhkan gas tambahan hingga setelah 2030, kata analis industri.
Rusia juga menghadapi persaingan yang jauh lebih banyak daripada di masa lalu dari energi terbarukan karena dunia berusaha membatasi dampak perubahan iklim. Ditambah adanya pasokan gas pipa saingan ke China, termasuk dari Turkmenistan.
LNG, yang dapat dikirim ke mana saja di dunia, semakin mengurangi kebutuhan akan gas pipa.
Gazprom dan China telah merahasiakan harga gas yang mereka sepakati. Analis di pialang BCS yang berbasis di Moskow, Ron Smith memperkirakan, harga untuk tahun 2022 rata-rata USD270 per 1,000 meter kubik, jauh lebih rendah daripada harga di Eropa.
Angka itu juga di bawah harga ekspor Gazprom sebesar USD700 per 1.000 meter kubik, yang diharapkan oleh Kementerian Ekonomi Rusia tahun ini. Tahun lalu keuangan energi Rusia didukung oleh dampak pasar dari kekhawatiran kekurangan.
Di Eropa, harga gas mencapai rekor level tertinggi dan harga minyak internasional tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina mulai melonjak mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Sejak itu, harga gas dan minyak telah mereda dan pembatasan harga minyak yang diusung Barat dan diperkenalkan pada bulan Desember 2022 dan awal tahun ini dirancang untuk mengikis pendapatan Rusia lebih lanjut.
Kremlin sementara itu telah memberikan tugas berat kepada Gazprom untuk membangun 24.000 kilometer pipa baru demi menyediakan gas bagi 538.000 rumah tangga dan apartemen di Rusia dari 2021 hingga 2025.
Harga gas domestik diatur oleh pemerintah dan telah ada diskusi tentang liberalisasi pasar gas, hal ini termasuk masalah sensitif bagi rumah tangga Rusia.
Kembali di Novy Urengoy, di mana suhu turun hingga hampir minus 50 Celcius (minus 58 Fahrenheit), Achimgaz, perusahaan patungan antara Gazprom dan Wintershall Dea Jerman, juga memiliki kantor dan bendera perusahaan energi Austria OMV mengepak di luar gedung administrasi.
Ditanya tentang kehadirannya di sana, seorang juru bicara OMV mengatakan, hanya gedung yang menampung kantor operator sektor Yuzhno-Russkoye, tempat perusahaan memiliki saham.
OMV pada bulan Maret membatalkan rencana untuk mengambil saham dalam proyek ladang gas Gazprom, sementara Wintershall Dea, di mana BASF memegang hanya di bawah 73%, mengatakan bulan lalu bahwa mereka menarik diri dari Rusia.
Pejabat Gazprom yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan perusahaan akan menyesali hal itu.
"Kita hanya perlu menggunakan lebih banyak gas untuk rumah tangga domestik kita daripada mengekspornya ke Eropa. China juga membutuhkan gas," kata pejabat itu.
Di sisi lain negosiasi dengan China tentang penjualan gas baru diperkirakan bakal rumit, paling tidak karena China diperkirakan tidak akan membutuhkan gas tambahan hingga setelah 2030, kata analis industri.
Rusia juga menghadapi persaingan yang jauh lebih banyak daripada di masa lalu dari energi terbarukan karena dunia berusaha membatasi dampak perubahan iklim. Ditambah adanya pasokan gas pipa saingan ke China, termasuk dari Turkmenistan.
LNG, yang dapat dikirim ke mana saja di dunia, semakin mengurangi kebutuhan akan gas pipa.
Gazprom dan China telah merahasiakan harga gas yang mereka sepakati. Analis di pialang BCS yang berbasis di Moskow, Ron Smith memperkirakan, harga untuk tahun 2022 rata-rata USD270 per 1,000 meter kubik, jauh lebih rendah daripada harga di Eropa.
Angka itu juga di bawah harga ekspor Gazprom sebesar USD700 per 1.000 meter kubik, yang diharapkan oleh Kementerian Ekonomi Rusia tahun ini. Tahun lalu keuangan energi Rusia didukung oleh dampak pasar dari kekhawatiran kekurangan.
Di Eropa, harga gas mencapai rekor level tertinggi dan harga minyak internasional tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina mulai melonjak mendekati level tertinggi sepanjang masa.
Sejak itu, harga gas dan minyak telah mereda dan pembatasan harga minyak yang diusung Barat dan diperkenalkan pada bulan Desember 2022 dan awal tahun ini dirancang untuk mengikis pendapatan Rusia lebih lanjut.
Kremlin sementara itu telah memberikan tugas berat kepada Gazprom untuk membangun 24.000 kilometer pipa baru demi menyediakan gas bagi 538.000 rumah tangga dan apartemen di Rusia dari 2021 hingga 2025.
Harga gas domestik diatur oleh pemerintah dan telah ada diskusi tentang liberalisasi pasar gas, hal ini termasuk masalah sensitif bagi rumah tangga Rusia.
Kembali di Novy Urengoy, di mana suhu turun hingga hampir minus 50 Celcius (minus 58 Fahrenheit), Achimgaz, perusahaan patungan antara Gazprom dan Wintershall Dea Jerman, juga memiliki kantor dan bendera perusahaan energi Austria OMV mengepak di luar gedung administrasi.
Ditanya tentang kehadirannya di sana, seorang juru bicara OMV mengatakan, hanya gedung yang menampung kantor operator sektor Yuzhno-Russkoye, tempat perusahaan memiliki saham.
OMV pada bulan Maret membatalkan rencana untuk mengambil saham dalam proyek ladang gas Gazprom, sementara Wintershall Dea, di mana BASF memegang hanya di bawah 73%, mengatakan bulan lalu bahwa mereka menarik diri dari Rusia.
Pejabat Gazprom yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan perusahaan akan menyesali hal itu.
"Kita hanya perlu menggunakan lebih banyak gas untuk rumah tangga domestik kita daripada mengekspornya ke Eropa. China juga membutuhkan gas," kata pejabat itu.
(akr)
Lihat Juga :