Bos IMF: Ukraina Butuh Rp727,5 Triliun untuk Bisa Berfungsi

Rabu, 22 Februari 2023 - 11:23 WIB
loading...
A A A
Kementerian ekonomi negara itu memperkirakan bahwa produk domestik bruto untuk seluruh tahun 2022 adalah sekitar 30% lebih rendah dari tahun sebelumnya untuk jadi penurunan dramatis. Akan tetapi kekhawatiran ini tidak terlalu parah dibanding proyeksi sebelumnya bahwa perang bakal memangkas PDB menjadi dua.

Harapan pemulihan Ukraina menghadapi ancaman baru mulai Oktober 2022 dan seterusnya ketika Rusia menghancurkan infrastruktur energinya dengan serangan rudal dan drone, memaksa jeda dalam aktivitas bisnis selama pemadaman listrik yang sering terjadi.

Banyak bisnis harus membayar generator dan bahan bakar diesel untuk menjaga lampu tetap menyala. Namun, bagi banyak pabrik, generator bukanlah alternatif yang layak untuk jaringan listrik yang babak belur.

Kementerian ekonomi memperkirakan PDB hampir tidak akan tumbuh tahun ini karena serangan Rusia yang berkelanjutan terhadap infrastruktur energi.

Penurunan output yang dalam, pengangguran tinggi, perpindahan fisik dan lonjakan inflasi telah mendorong jutaan orang Ukraina ke dalam kemiskinan. Keuangan pemerintah telah sangat tertekan saat pendapatan pajak yang jauh lebih rendah dan biaya perang serta mendukung orang-orang yang mengungsi secara internal.

Di bawah kesepakatan antara Ukraina dan pemerintah Barat yang dicapai tahun lalu, pemerintah menggunakan pendapatan pajaknya untuk menutupi biaya militernya. Lalu dukungan internasional yang dipimpin oleh AS dan UE membantu membiayai pengeluaran sipil yang penting.

Tetapi lambatnya pengiriman dana yang dijanjikan UE memaksa Ukraina untuk mengandalkan pencetakan uang oleh bank sentralnya demi memenuhi kebutuhan. Efeknya berkontribusi pada kenaikan inflasi dan penurunan mata uang dan meningkatkan risiko krisis keuangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Rekomendasi
Berapa Kali Berhubungan...
Berapa Kali Berhubungan Seks agar Cepat Hamil? Dokter Bagikan Tipsnya
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Taylor Swift dan Travis...
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah, Tampil Mewah dengan Busana Dior
Berita Terkini
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved