Sinergi Mengembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik
Minggu, 26 Februari 2023 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Konsumen juga akan mendapatkan keuntungan biaya perawatan minimal dan pajak tahunan lebih murah dibandingkan kendaraan motor biasa. Serta wacana tentang insentif dari pemerintah akan memberikan daya tarik kepada konsumen untuk berpindah ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Kami menyambut baik kerja sama dengan JB yang merupakan pioneer dalam industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap kemitraan ini dapat terus mendorong pertumbuhan permintaan kendaraan listrik di Tanah Air,” kata Tjandra.
Edi menambahkan, langkah strategis dengan kerja sama ini memang perlu diambil untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Salah satu caranya dengan mendorong pengembangan teknologi baterai. Apalagi pemerintah sudah merilis PP No. 55 Tahun 2019 yang diarahkan untuk menumbuhkan pasar baru EV. Hingga 2022 lalu, Selis telah berhasil menjual lebih dari 42 ribu kendaraan listrik yang terbagi atas ebike, emotor bike, spareparts, dan aksesoris.
Kemampuan penjualan ini dapat tentu saja didukung dengan segmentasi pasar yang mumpuni, sebut saja melalui distributor, modern market, online market, dll. Jangkauan Lokasi terhadap pangsa pasar juga semakin meluas, yakni di Sumatra, Kepulauan Bangka, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara, dengan persentase Jawa di 87,82% dan akan terus berkembang ke daerah lainnya.
Baca juga: Bappenas Buka Lowongan Kerja Tenaga Pendukung, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
“Selis juga memiliki banyak cabang yang tersebar di Indonesia dan mengirimkan produk ke seluruh Indonesia melalui marketplace Selis Indonesia. Cabang ini tentu bisa menjadi tempat melihat, mencoba, membeli, dan memperbaiki kendaraan listrik. Sistem perbaikan Selis terpusat di customer service yang akan menjadwalkan kunjungan teknisi khusus dari Selis ke tempat pengguna,” tandas Edi.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan JB yang merupakan pioneer dalam industri kendaraan listrik di Indonesia. Kami berharap kemitraan ini dapat terus mendorong pertumbuhan permintaan kendaraan listrik di Tanah Air,” kata Tjandra.
Edi menambahkan, langkah strategis dengan kerja sama ini memang perlu diambil untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Salah satu caranya dengan mendorong pengembangan teknologi baterai. Apalagi pemerintah sudah merilis PP No. 55 Tahun 2019 yang diarahkan untuk menumbuhkan pasar baru EV. Hingga 2022 lalu, Selis telah berhasil menjual lebih dari 42 ribu kendaraan listrik yang terbagi atas ebike, emotor bike, spareparts, dan aksesoris.
Kemampuan penjualan ini dapat tentu saja didukung dengan segmentasi pasar yang mumpuni, sebut saja melalui distributor, modern market, online market, dll. Jangkauan Lokasi terhadap pangsa pasar juga semakin meluas, yakni di Sumatra, Kepulauan Bangka, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara, dengan persentase Jawa di 87,82% dan akan terus berkembang ke daerah lainnya.
Baca juga: Bappenas Buka Lowongan Kerja Tenaga Pendukung, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
“Selis juga memiliki banyak cabang yang tersebar di Indonesia dan mengirimkan produk ke seluruh Indonesia melalui marketplace Selis Indonesia. Cabang ini tentu bisa menjadi tempat melihat, mencoba, membeli, dan memperbaiki kendaraan listrik. Sistem perbaikan Selis terpusat di customer service yang akan menjadwalkan kunjungan teknisi khusus dari Selis ke tempat pengguna,” tandas Edi.
(uka)
Lihat Juga :