Pejabat Diminta Tak Sembarang Takut-takuti Soal Ancaman Ekonomi Global
Senin, 27 Februari 2023 - 20:40 WIB
loading...
Pernyataan soal ancaman ekonomi global sebaiknya hati-hati untuk dilontarkan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat kebijakan publik, Bambang Haryo Soekartono (BHS), merespons pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut dunia dalam keadaan krisis ekonomi dan pangan serta energi di tahun 2023. Pernyataan tersebut dianggap anggota DPR periode 2014-2019 ini tidak benar karena tidak berdasar, sehingga berpotensi menjadi pemicu memanasnya hubungan diplomasi Indonesia dengan negara lain.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Berbagi Pengalaman Membidik Peluang di Tengah Krisis 1998
"Kondisi ekonomi global di tahun 2022, baik Asia, Eropa maupun Amerika bahkan lebih baik daripada kondisi ekonomi pada saat tahun 2019 sebelum pandemi dan prediksi tahun 2023 akan jauh lebih baik dari tahun 2022," kata Bambang Haryo, Senin (27/2/2023).
Sebagai contoh, lanjut Bambang, pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara di tahun 2022, seperti Vietnam pertumbuhan ekonominya sebesar 8,02 % naik dari tahun 2019 sebesar 7,02%.
Kemudian, di Philipina, lanjut BHS, pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 7,6%, naik dari tahun 2019 sebesar 6,12 %. Juga Malaysia pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 7,8% naik dari tahun 2019 yang hanya sebesar 4,41%.
"Bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun 2022 adalah yang tertinggi selama kurun waktu 22 tahun semenjak dari tahun 2.000," tutur BHS.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Berbagi Pengalaman Membidik Peluang di Tengah Krisis 1998
"Kondisi ekonomi global di tahun 2022, baik Asia, Eropa maupun Amerika bahkan lebih baik daripada kondisi ekonomi pada saat tahun 2019 sebelum pandemi dan prediksi tahun 2023 akan jauh lebih baik dari tahun 2022," kata Bambang Haryo, Senin (27/2/2023).
Sebagai contoh, lanjut Bambang, pertumbuhan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara di tahun 2022, seperti Vietnam pertumbuhan ekonominya sebesar 8,02 % naik dari tahun 2019 sebesar 7,02%.
Kemudian, di Philipina, lanjut BHS, pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 7,6%, naik dari tahun 2019 sebesar 6,12 %. Juga Malaysia pertumbuhan ekonominya di tahun 2022 sebesar 7,8% naik dari tahun 2019 yang hanya sebesar 4,41%.
"Bisa dikatakan pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun 2022 adalah yang tertinggi selama kurun waktu 22 tahun semenjak dari tahun 2.000," tutur BHS.
Lihat Juga :