Pejabat Diminta Tak Sembarang Takut-takuti Soal Ancaman Ekonomi Global
Senin, 27 Februari 2023 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Jadi tidak benar, bahwa di negara seluruh dunia terjadi krisis ekonomi dan krisis pangan di tahun 2022 dan 2023, bahkan negara-negara di dunia tersebut mempunyai target peningkatan produksi pangan terutama, China, Vietnam, dan India.
"Memang ada negara yang saat ini masyarakatnya mengalami kelaparan tetapi bukan akibat negaranya krisis pangan, yaitu ada 6 negara dari 195 negara di dunia (data dari World Food Propgram's Hunger Jotspots Report) Afghanistan, Ethiopia, Nigeria, South Sudan, Siria, dan Yaman. Jadi tidak benar adanya penyataan dari pejabat negara yang mengatakan 345 juta orang dari 82 negara yang sedang menderita kekurangan pangan akut," tegas BHS.
Seyogyanya pejabat negara tidak menakut-nakuti masyarakatnya termasuk pelaku usaha, karena dengan pernyataan tersebut bisa mengakibatkan stagnasi atau pelambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi. Masyarakat juga akan berusaha untuk menyimpan uangnya dan tidak membelanjakan, sehingga pertumbuhan ekonomi kita akan menurun tajam.
Baca juga: Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air Tanpa Bantuan Selandia Baru, Kenapa?
"Sebaiknya apa yang disampaikan Pak Jokowi untuk masyarakat ramai-ramai berbelanja, nonton konser dan berwisata itulah yang harus diterapkan agar ekonomi kita menjadi semakin baik," tutup BHS.
"Memang ada negara yang saat ini masyarakatnya mengalami kelaparan tetapi bukan akibat negaranya krisis pangan, yaitu ada 6 negara dari 195 negara di dunia (data dari World Food Propgram's Hunger Jotspots Report) Afghanistan, Ethiopia, Nigeria, South Sudan, Siria, dan Yaman. Jadi tidak benar adanya penyataan dari pejabat negara yang mengatakan 345 juta orang dari 82 negara yang sedang menderita kekurangan pangan akut," tegas BHS.
Seyogyanya pejabat negara tidak menakut-nakuti masyarakatnya termasuk pelaku usaha, karena dengan pernyataan tersebut bisa mengakibatkan stagnasi atau pelambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi. Masyarakat juga akan berusaha untuk menyimpan uangnya dan tidak membelanjakan, sehingga pertumbuhan ekonomi kita akan menurun tajam.
Baca juga: Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air Tanpa Bantuan Selandia Baru, Kenapa?
"Sebaiknya apa yang disampaikan Pak Jokowi untuk masyarakat ramai-ramai berbelanja, nonton konser dan berwisata itulah yang harus diterapkan agar ekonomi kita menjadi semakin baik," tutup BHS.
(uka)
Lihat Juga :