Menghubungkan 200 Pemilik Brand lewat Business Maximalism 2023
Sabtu, 04 Maret 2023 - 07:45 WIB
loading...
Menghubungkan pengusaha lokal di rantai nilai industri kreatif Bandung dan Jawa Barat, 200 brands owners berbagi pengalaman dan pengetahuan di industri kreatif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menghubungkan pengusaha lokal di rantai nilai industri kreatif Bandung dan Jawa Barat, 200 brands owners berbagi pengalaman dan pengetahuan di industri kreatif. Hal ini dilakukan dalam acara bertajuk “Reconnect by Restock.id : Business Maximalism in 2023” di Hotel Malaka Bandung, akhir Februari lalu.
“Acara ini diperuntukkan agar client dari Restock.id dapat berkumpul dan berbagi informasi, edukasi, sampai ke networking satu sama lainnya. Saat ini Restock.id telah melakukan partnership dengan Revota, sebuah perusahaan data sistem, yang telah bergabung ke dalam grup holding Restock.id yaitu Restock Tech, sebagai solusi bagi kebutuhan data sistem bagi para entrepreneur atau UMKM,” jelas Chief Risk Officer (CFO) Restock, M. Audi Vialdo.
Perusahaan peer to peer (P2P) Restock menggelar event gathering dan networking, yang berisi kegiatan business community networking. Baca Juga: Pelaku P2P Lending Punya Banyak Tambahan Tugas dari OJK
Acara ini menghadirkan Tiar N. Karbala (CEO Restock.id), Rizki Fahrurrozi (CEO Boleh Dicoba Digital), Benny Sudaryanto (CEO Revota.id), Putera Dwi Kurnia (COO bro.do), San Teresia Penglipurati (Creative Director Nah Project), Ben Wirawan (CEO Torch.id), M. Audi Vialdo (CRO Restock.id), dan Kuseryansyah (Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia/AFPI).
Direktur Eksekutif AFPI, Kuseryansyah menjelaskan, bahwa peran fintech peer to peer (P2P) lending atau fintech pendanaan bersama di Indonesia yang seiring dengan revolusi industri 4.0, mengubah perilaku masyarakat menjadi semakin dekat dengan keuangan finansial digital.
“Dapat kami sampaikan, adanya kesenjangan pembiayaan hingga Rp1.650 triliun untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Inilah yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi fintech pendanaan bersama, saat kebutuhan pembiayaan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dan tentu Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang termasuk dalam himpunan data tersebut,” ujar Kuseryansyah.
“Acara ini diperuntukkan agar client dari Restock.id dapat berkumpul dan berbagi informasi, edukasi, sampai ke networking satu sama lainnya. Saat ini Restock.id telah melakukan partnership dengan Revota, sebuah perusahaan data sistem, yang telah bergabung ke dalam grup holding Restock.id yaitu Restock Tech, sebagai solusi bagi kebutuhan data sistem bagi para entrepreneur atau UMKM,” jelas Chief Risk Officer (CFO) Restock, M. Audi Vialdo.
Perusahaan peer to peer (P2P) Restock menggelar event gathering dan networking, yang berisi kegiatan business community networking. Baca Juga: Pelaku P2P Lending Punya Banyak Tambahan Tugas dari OJK
Acara ini menghadirkan Tiar N. Karbala (CEO Restock.id), Rizki Fahrurrozi (CEO Boleh Dicoba Digital), Benny Sudaryanto (CEO Revota.id), Putera Dwi Kurnia (COO bro.do), San Teresia Penglipurati (Creative Director Nah Project), Ben Wirawan (CEO Torch.id), M. Audi Vialdo (CRO Restock.id), dan Kuseryansyah (Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia/AFPI).
Direktur Eksekutif AFPI, Kuseryansyah menjelaskan, bahwa peran fintech peer to peer (P2P) lending atau fintech pendanaan bersama di Indonesia yang seiring dengan revolusi industri 4.0, mengubah perilaku masyarakat menjadi semakin dekat dengan keuangan finansial digital.
“Dapat kami sampaikan, adanya kesenjangan pembiayaan hingga Rp1.650 triliun untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Inilah yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi fintech pendanaan bersama, saat kebutuhan pembiayaan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dan tentu Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang termasuk dalam himpunan data tersebut,” ujar Kuseryansyah.
Lihat Juga :