Penjualan Melonjak 255,48%, Industri Automotif Mulai Ngebut
Jum'at, 17 Juli 2020 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Selain secara wholesales, penjualan mobil secara retail (dari dealer ke konsumen) pun mengalami peningkatan. Masih berdasarkan data Gaikindo, pada Juni 2020 sebanyak 29.862 unit mobil baru dikirim ke konsumen. Angka tersebut naik 74,8% dibanding Mei 2020 yang hanya sebanyak 17.083 unit.
Penjualan mobil Juni 2020 secara retail juga belum menunjukkan angka normal. Pada bulan normal sebelum pandemi, Gaikindo mencatat penjualan mobil secara retail bisa mencapai lebih dari 80.000 unit, masih jauh dari pencapaian pada Juni 2020 yang hanya 29.862 unit kendaraan. (Baca juga: Investasi Rp290 Triliun Mangkrak Akibat Arogansi Birokrasi)
Secara merek, Toyota masih menjadi pabrikan yang paling banyak menjual mobil di Indonesia. Toyota pada Juni 2020 melepas 3.775 unit mobil baru secara wholesales, kemudian disusul Suzuki dengan penjualan sebanyak 2.755 unit kendaraan. Diposisi ketiga disi oleh merek Mitsubishi dengan penjualan sebanyak 2.404 unit kendaraan.
Pangsa pasar (market share) Astra juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya 31% pada Mei 2020 menjadi 38% pada Juni 2020. Untuk pangsa pasar jenis kendaraan LCGC Astra mengalami penurunan dari 69% pada Mei 2020 menjadi 60% pada Juni 2020. Total jumlah kendaraan LCGC yang terjual pada bulan lalu sebanyak 1.455 unit kendaraan atau naik hampir 10 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya diangka 154 unit.
Seperti kita ketahui bersama, industri automotif masuk dalam lima sektor manufaktur pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memilih lima sektor manufaktur domestik untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Lima sektor tersebut yakni industri makanan dan minuman, tekstil, petrokimia, elektronika, serta otomotif. (Baca juga: Kabareskrim Bentuk Tim Khusus Usut Aliran Uang Djoko Tjandra)
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, sektor-sektor itu dipilih berdasarkan evaluasi dampak ekonomi serta kelayakan implementasi yang mencakup kontribusi produk domestik bruto (PDB), perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar.
Penjualan mobil Juni 2020 secara retail juga belum menunjukkan angka normal. Pada bulan normal sebelum pandemi, Gaikindo mencatat penjualan mobil secara retail bisa mencapai lebih dari 80.000 unit, masih jauh dari pencapaian pada Juni 2020 yang hanya 29.862 unit kendaraan. (Baca juga: Investasi Rp290 Triliun Mangkrak Akibat Arogansi Birokrasi)
Secara merek, Toyota masih menjadi pabrikan yang paling banyak menjual mobil di Indonesia. Toyota pada Juni 2020 melepas 3.775 unit mobil baru secara wholesales, kemudian disusul Suzuki dengan penjualan sebanyak 2.755 unit kendaraan. Diposisi ketiga disi oleh merek Mitsubishi dengan penjualan sebanyak 2.404 unit kendaraan.
Pangsa pasar (market share) Astra juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya hanya 31% pada Mei 2020 menjadi 38% pada Juni 2020. Untuk pangsa pasar jenis kendaraan LCGC Astra mengalami penurunan dari 69% pada Mei 2020 menjadi 60% pada Juni 2020. Total jumlah kendaraan LCGC yang terjual pada bulan lalu sebanyak 1.455 unit kendaraan atau naik hampir 10 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya diangka 154 unit.
Seperti kita ketahui bersama, industri automotif masuk dalam lima sektor manufaktur pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memilih lima sektor manufaktur domestik untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Lima sektor tersebut yakni industri makanan dan minuman, tekstil, petrokimia, elektronika, serta otomotif. (Baca juga: Kabareskrim Bentuk Tim Khusus Usut Aliran Uang Djoko Tjandra)
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, sektor-sektor itu dipilih berdasarkan evaluasi dampak ekonomi serta kelayakan implementasi yang mencakup kontribusi produk domestik bruto (PDB), perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar.
Lihat Juga :