UEA Ikut Tampung Minyak Diskon Rusia, Data Menunjukkan Capai 1,5 Juta Barel

Rabu, 08 Maret 2023 - 09:47 WIB
loading...
UEA Ikut Tampung Minyak...
Sebuah kapal tanker minyak mentah dan kapal curah berlayar di Teluk Nakhodka. Foto/Dok Reuters
A A A
LONDON - Uni Emirat Arab (UEA) berdasarkan data pelacakan kapal dan sumber perdagangan disebutkan telah mengambil lebih banyak kargo minyak mentah Rusia. Hal ini menjadi contoh lain tentang bagaimana sanksi Barat terhadap Rusia telah merubah arus perdagangan energi tradisional.

Baca Juga: Pejabat Rusia-Ukraina Dilaporkan Bertemu di UEA, Apa yang Dibahas?

Dilansir Reuters, Rusia telah menjual produk minyak mentah dan olahan dengan harga diskon setelah dihujani sanksi internasional sebagai dampak dari invasinya ke Ukraina. Efeknya Moskow kehilangan banyak pembeli dan hanya menyisakan sedikit seperti China, India hingga Turki.

Baca Juga: Pendapatan Minyak dan Gas Rusia Anjlok 40% di Januari, Sanksi Barat Makan Korban

Perkembangan ini juga menyoroti peningkatan kerja sama antara Rusia dan produsen minyak Teluk terkemuka, seperti Arab Saudi dan UEA. Negara-negara Arab telah menolak tekanan AS untuk membantu mengisolasi Rusia dan memompa lebih banyak minyak untuk membantu menggantikan pasokan Rusia setelah berada di bawah sanksi Barat.

Tidak diketahui secara pasti kapan UEA mulai mengimpor minyak mentah Rusia, tetapi data pelacakan kapal tanker menunjukkan adanya peningkatan volume setelah perang Rusia Ukraina pecah pada Februari 2022, lalu dan sanksi Barat dijatuhkan terhadap Moskow.

Data pelacakan kapal menunjukkan sekitar 1,5 juta barel minyak mentah Rusia telah pergi ke UEA - salah satu produsen minyak terbesar di dunia - sejak November 2022, dengan volume mulai bergerak lebih tinggi sejak awal 2022.

Menurut data dari perusahaan analitik energi Kpler, pengiriman pertama minyak mentah Rusia ke UEA terjadi pada 2019, tetapi pengiriman terus bertambah setelah April 2022, dengan jeda antara Juli dan Oktober 2022.

Sementara itu Data Refinitiv Eikon menunjukkan pengiriman minyak mentah Rusia pertama ke negara itu terjadi pada tahun 2022, dengan lonjakan volume terlihat di bulan April 2022.

Kementerian energi UEA dan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar atas data tersebut seperti dikutip dari Reuters.

Kerja Sama Rusia dan Negara Teluk

Sementara itu disebutkan juga Arab Saudi telah mengimpor sejumlah besar bahan bakar minyak Rusia untuk dibakar di pembangkit listriknya sambil membebaskan lebih banyak minyak mentah untuk ekspor. Hanya satu pengiriman minyak mentah Rusia ke UEA yang sebelumnya telah dilaporkan.

China, India dan beberapa negara Afrika dan Timur Tengah lainnya juga telah meningkatkan impor minyak mentah dan produk Rusia, sementara banyak negara telah melarang atau mencegah pembelian.

UEA juga telah mempertahankan kerja sama dengan Rusia dalam aliansi produsen global atau yang dikenal sebagai OPEC+, dimana mereka merupakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya.

Data yang dilihat oleh Reuters tentang pelacakan kapal Eikon menunjukkan pengiriman minyak mentah Rusia tiba di kilang Ruwais UEA pada November 2022. Kargo lain dari minyak mentah Ural Rusia, terbukti telah tiba di pusat minyak Fujairah awal bulan ini.

Data dari Kpler juga menunjukkan kedua pengiriman minyak mentah itu telah terjadi. "Pengiriman ke UEA terjadi kadang-kadang," kata seorang sumber perdagangan minyak mentah Rusia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Tank AS Senilai Rp377...
Tank AS Senilai Rp377 Miliar Dikalahkan Drone Rusia Rp8 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved