Tetap Semangat, Pasar Dunia Masih Butuh Produk Mamin Indonesia
Jum'at, 17 Juli 2020 - 13:38 WIB
loading...
Ilustrasi kopi Indonesia. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver menggelar penjajakan kesepakatan dagang temu bisnis (business matching) secara virtual antara pelaku usaha dan eksportir Indonesia.
Adapun produk yang ditawarkan umumnya jenis makanan dan minuman (mamin) antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).
“Kementerian Perdagangan akan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020). (Baca juga: Ekspor Mamin Masih Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 )
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan menyampaikan, saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial.
"Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia," ujarnya.
Adapun produk yang ditawarkan umumnya jenis makanan dan minuman (mamin) antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).
“Kementerian Perdagangan akan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020). (Baca juga: Ekspor Mamin Masih Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 )
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan menyampaikan, saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial.
"Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia," ujarnya.
Lihat Juga :