Prospek IPO di Indonesia Masih Positif di Tengah Pandemi

Jum'at, 17 Juli 2020 - 13:53 WIB
loading...
Prospek IPO di Indonesia...
Bulan Juli ini tercatat 4 emiten baru yang mencatatkan saham perdana. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 berdampak pada seluruh proses bisnis secara cepat dan masif, tanpa terkecuali di sektor pasar modal.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dari tertinggi di awal tahun level 6.348 hingga sempat tembus di bawah level 4.000. Saat ini perlahan mulai mengalami perbaikan menjadi 5.076.

Penurunan IHSG memang sempat memberikan pengaruh juga terhadap animo perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia.

Jumlah emiten yang mencatatkan saham perdana (IPO) dalam tahun 2020 ini sudah ada 32 emiten, di mana pada periode Maret hingga Juni, IHSG sempat mengalami penurunan dengan hanya mencatatkan 9 emiten baru, sedangkan di bulan Juli ini tercatat 4 emiten baru yang mencatatkan saham perdana.

"Sehingga, prospek positif masih bisa ditemukan, terutama bagi para emiten yang hendak menggalang dana melalui IPO (initial public offering)," kata Boumediene Sihombing selaku Direktur Invesment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas di Jakarta, Jumat (17/7/2020). (Baca juga: Profesor Yusril: Subholding Pertamina Sesuai UUD 1945, UU Sektoral dan UU BUMN )

Kondisi tersebut diperkirakan akan terus meningkat dan lebih stabil dibandingkan awal tahun kemarin. Bahkan, jumlah emiten dan nilai emisi yang tercatat sepanjang tahun 2020 sejauh ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi para emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melakukan IPO. “Kami optimis IHSG akan mengalami penguatan lebih lanjut sampai dengan akhir tahun 2020 nanti,” katanya.

Berdasarkan data Ernst & Young (EY), setidaknya terdapat 18 IPO di Indonesia per kuartal pertama tahun 2020. Angka ini membentuk sekitar 58% dari keseluruhan jumlah IPO di Asia Tenggara, yakni 32 IPO. Saat ini, jumlah IPO terus bertambah hingga mencapai 32 emiten dan dengan total penggalangan dana hingga Rp3,65 triliun.

Sebagai perbandingan, selama periode yang sama di tahun 2019, hanya terdapat 12 IPO yang tercatat pada BEI dan dengan penggalangan dana yang hanya mencapai Rp1,9 triliun saja.

Tak hanya itu, berdasarkan data BEI hingga 1 Juli, masih ada sekitar ada 22 perusahaan yang telah memiliki rencana untuk melakukan IPO kedepannya. Perusahaan-perusahaan ini berasal dari berbagai sektor industri.

Sebanyak 8 diantaranya berasal dari industri trade, service, dan investment; 5 di antaranya dari industri properti, real estate, dan konstruksi gedung; 3 emiten dari industri agrikultur; serta 6 emiten dari sektor industri dasar dan kimia. Tentu hal ini membuktikan bahwa prospek IPO di Indonesia masih terbilang cukup baik.

Chief Executive Office PT Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi menuturkan, minat IPO memang sudah tinggi sebelum pandemi terjadi. Pihaknya menekankan bahwa IPO memiliki “tujuan strategis jangka panjang.”

Meski tidak ada yang tahu kapan waktu terbaik untuk masuk ke pasar, dia percaya bahwa emiten punya perhitungan yang matang untuk masuk di market saat ini.

Namun bukan hanya itu saja, menanggapi peningkatan pada pasar saham, dia juga menggaris bawahi dampak positif dari kebijakan-kebijakan baik yang telah diterapkan pemerintah.

“Stimulus dari pemerintah pada sejumlah sektor bisa memberikan kepercayaan diri para emiten di sektor tersebut masuk ke pasar modal,” imbuhnya.

Alhasil, sekarang dipercaya merupakan waktu yang baik untuk membeli saham dan melakukan IPO. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan OJK adalah calon emiten yang akan menggunakan laporan audit Desember 2019 diberikan relaksasi, yang seharusnya dilakukan paling lambat 30 Juni diubah menjadi akhir Agustus 2020.

Relaksasi ini juga memberikan dampak positif kepada calon emiten untuk dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor dengan tetap memperhatikan kondisi darurat yang sedang diberlakukan.

Meskipun begitu, sebagai perantara perdagangan saham dan obligasi, PT Danareksa Sekuritas nantinya juga tetap akan memastikan IPO merupakan langkah yang tepat bagi perusahaan yang menjadi nasabahnya.

Direktur Invesment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas, Boumediene Sihombing, bahkan menyampaikan bahwa di semester I/2020 perseroan telah memiliki mandat tiga IPO. Dua diantaranya sedang dalam proses kajian, dan satu perusahaan kini tengah proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Walau dengan demand terhadap instrumen pasar modal masih baik, risk assessment masih perlu diberlakukan, terutama untuk sektor-sektor perekonomian yang terkena dampak Covid-19. Namun, apabila risk assessment dilakukan secara tepat, IPO mampu mendorong pertumbuhan bisnis.

PT Danareksa Sekuritas juga optimistis terhadap prospek IPO di masa pandemi Covid-19. Meskipun pandemi membawa dampak yang masif terutama dalam perekonomian global, perseroan berkomitmen untuk menghadapinya secara strategis dan penuh waspada guna dapat terus menjamin emisi serta memperantarai perdagangan saham dan obligasi secara tepat.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Sempat Merah di Awal...
Sempat Merah di Awal Sesi, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.206
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Rekomendasi
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved