Gerakan Pengendalian Hama Jaga Ketahanan Pangan di Food Estate

Jum'at, 17 Juli 2020 - 14:11 WIB
loading...
Gerakan Pengendalian...
Agar ketahanan pangan di food estate terjaga, Kostrani/BPP Pangkoh di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengadakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama dan Penyakit di Desa Sanggang. Foto/Dok
A A A
PULANG PISAU - Para penyuluh di sekitar lokasi food estate telah bersiap untuk mendukung program tersebut. Agar ketahanan pangan di food estate terjaga, Kostrani/BPP Pangkoh di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengadakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama dan Penyakit di Desa Sanggang. Kegiatan ini dikomandani Petugas Pengendalian Organisme Penganggu Tanaman (POPT).

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, peran petugas dan penyuluh di Kostratani sebagai Kopasusnya pertanian di Kecamatan sangatlah penting. Sebab, Kopasus inilah yang nantinya akan memberikan masukan dan pendampingan kepada petani agar hasil produksi menjadi maksimal.

“Program food estate ini akan memanfaatkan lahan rawa. Kondisi lahan rawa berbeda dengan lahan lain. Untuk itu, kita mengharapkan kepada para Kopasus Kostratani agar bisa maksimal saat mendampingi petani sehingga produktivitas bisa maksimal. Sebab melalui food estate ini kita ingin menjaga ketahanan pangan,” tutur Mentan SYL, Jumat (17/7/2020).

(Baca Juga: Tanam Perdana di Lahan Food Estate Ditargetkan Mulai Oktober )

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, bahwa para petugas dan penyuluh harus selalu siap dan mendukung serta mesukseskan food estate.

“Mensukseskan food estate bisa dilakukan dengan peningkatan peran Kostratani, yaitu sebagai Pusat Data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan,” katanya.

Sedangkan penyuluh di Pulang Pisau melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama dan Penyakit melalui Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada Kelompok Tani Dwi Karya II. Pengendalian dilakukan pada lahan seluas 48 hektar (ha), umur tanaman 79 hari setelah tanam (hst) dengan varietas CL 200.

(Baca Juga: Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi )

“OPT yang menyerang lahan adalah Blast Leher dengan serangan seluas 6 ha dan Intensitas serangan 13.94%. Hasil Pengendalian yang dilakukan pada Rabu, (15/6) adalah baru seluas 4 ha sehingga perlu dilakukan pengamatan dan pengendalian lanjutan,” jelas Petugas POPT Kecamatan Pandih Batu Edi Supairi.

Sedangkan Koordinator dan Sekretaris Pelaksana Harian Kostratani/BPP Pangkoh Kecamatan Pandih Batu, Harjanti, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi tanah sawah rawa seluas 12.925,5 ha; tanah tadah hujan 39 ha; dan tanah tegalan/ladang/tanah kering seluas 20.685 ha sangat rentan terhadap adanya OPT.

“Untuk itu Monitoring OPT harus ketat dan petugas OPT yang ada di Kecamatan ada 2 orang, penyuluh pertanian sebanyak 16 orang dan semua desa sudah ada penyuluhnya. Semua ini dalam rangka untuk mensukseskan ketahanan pangan melalui program Food Estate,” ujar Harjanti. (EZ)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Rekomendasi
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved