Ada Transaksi Janggal Rp300 T, Wakil Sri Mulyani: Jalan Masuk, Kita Buka Satu Persatu
Jum'at, 10 Maret 2023 - 21:14 WIB
loading...
Merespons Mahfud MD yang mengungkap transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kemenkeu, Wakil Menkeu, Suahasil Nazara mengatakan sebagai jalan masuk. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menemui langsung Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait dengan transaksi mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Transaksi janggal itu disebut melibatkan 647 pegawai di Kemenkeu dalam kurun waktu 2009 sampai 2023.
"Ini jalan masuk kita sehingga ketika kemarin menemukan satu laporan-laporan kasus, situasi yang berkembang itu yang pertama kita telusuri dan kita buka satu persatu. Terkait dengan pencucian uang menjadi satu bentuk tindaklanjutnya perlu ditangani aparat hukum," jelas Suahasil di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2023).
Baca Juga: KPK Temukan 134 Pegawai Pajak Punya Saham di 280 Perusahaan, Kemenkeu Angkat Bicara
Wakil Menteri Keuangan Sri Mulyani itu juga menjelaskan terkait dengan sejumlah pegawai Kemenkeu yang memiliki rekening gendut. Hal itu diterangkan olehnya, lantaran ada harta milik keluarga dan tidak melaporkan pajak.
"Kalau untuk kasus yang kemarin ternyata ada keluarga yang memiliki perusahaan, ada keluarga yang miliki harta lainnya yang tidak dilaporkan terkait penghapusan. Kita buka pajaknya dan itu yang sekarang berkembang sehingga laporan-laporan pajaknya masuk," katanya.
"Ini jalan masuk kita sehingga ketika kemarin menemukan satu laporan-laporan kasus, situasi yang berkembang itu yang pertama kita telusuri dan kita buka satu persatu. Terkait dengan pencucian uang menjadi satu bentuk tindaklanjutnya perlu ditangani aparat hukum," jelas Suahasil di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2023).
Baca Juga: KPK Temukan 134 Pegawai Pajak Punya Saham di 280 Perusahaan, Kemenkeu Angkat Bicara
Wakil Menteri Keuangan Sri Mulyani itu juga menjelaskan terkait dengan sejumlah pegawai Kemenkeu yang memiliki rekening gendut. Hal itu diterangkan olehnya, lantaran ada harta milik keluarga dan tidak melaporkan pajak.
"Kalau untuk kasus yang kemarin ternyata ada keluarga yang memiliki perusahaan, ada keluarga yang miliki harta lainnya yang tidak dilaporkan terkait penghapusan. Kita buka pajaknya dan itu yang sekarang berkembang sehingga laporan-laporan pajaknya masuk," katanya.
Lihat Juga :