Menteri Teten Tolak Thrifting Impor, Apa Sih Itu?
Senin, 13 Maret 2023 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Hanung menyampaikan bahwa isu thrifting saat ini menjadi isu yang serius, terlebih karena ekonomi dunia sedang melambat. Alhasil, impor barang bekas menjadi tantangan tambahan bagi pelaku UMKM.
Selain itu thrifting pakaian impor memiliki dampak yang merugikan, di antaranya menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena banyak di antara baju bekas impor tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Thrifting pakaian impor juga merupakan barang selundupan yang tidak membayar bea dan cukai.
Baca juga: Keren! Singkirkan 488 Tim dari 30 Negara, Siswa MAN 1 Jembrana Raih Emas Ajang Riset Internasional
“Thrifting impor ini juga akan merugikan produsen UKM tekstil. Menurut CIPS dan ApsyFI, 80% produsen pakaian di Indonesia didominasi oleh industri kecil dan mikro, sedangkan impor pakaian bekas selama ini memangkas pangsa pasar mereka sebesar 12-15%,” pungkas Hanung.
Selain itu thrifting pakaian impor memiliki dampak yang merugikan, di antaranya menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena banyak di antara baju bekas impor tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Thrifting pakaian impor juga merupakan barang selundupan yang tidak membayar bea dan cukai.
Baca juga: Keren! Singkirkan 488 Tim dari 30 Negara, Siswa MAN 1 Jembrana Raih Emas Ajang Riset Internasional
“Thrifting impor ini juga akan merugikan produsen UKM tekstil. Menurut CIPS dan ApsyFI, 80% produsen pakaian di Indonesia didominasi oleh industri kecil dan mikro, sedangkan impor pakaian bekas selama ini memangkas pangsa pasar mereka sebesar 12-15%,” pungkas Hanung.
(uka)
Lihat Juga :