Bangun 3 TPST di Bali Sedot Rp228,6 Miliar, Luhut Ungkap Model Investasinya
Selasa, 14 Maret 2023 - 11:15 WIB
loading...
Menko Luhut bersama dengan Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan TPST Kesiman Kertalangu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, nilai investasi bangunan untuk ketiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bali meliputi pembangunan hanggar senilai Rp128,633 miliar dan penyediaan mesin dan peralatan senilai Rp100 miliar.
Sebagai jasa layanan, Pemerintah Kota Denpasar berkewajiban membayar tipping fee sebesar Rp100.000 per ton sampah yang diolah. Baca Juga: Sampah Plastik jadi Masalah Serius, Luhut Dorong Pembangunan Pabrik Daur Ulang
"Khusus untuk TPST Kesiman Kertalangu, saat ini sudah mulai uji coba pengolahan sampah sebanyak sebesar 170-200 ton per hari dari kapasitas maksimum 450 ton per hari. Ketiga TPST diharapkan sudah dapat beroperasi secara penuh pada bulan Juni 2023," jelas Luhut dalam keterangannya, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga: Luhut Mengaku Sering Dikritik Presiden karena Masalah Sampah
Diterangkan olehnya mengatasi masalah sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang hanya mengandalkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebagai solusi. Ditekankan juga oleh Luhut bahwa saat ini sampah menjadi isu krusial yang dihadapi oleh Indonesia dan harus diselesaikan secara tuntas dan cepat.
"Sampah harus dikelola secara terintegrasi dari hulu-hilir dan penggunaan teknologi maju, tidak business as usual," kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis,
Sebagai jasa layanan, Pemerintah Kota Denpasar berkewajiban membayar tipping fee sebesar Rp100.000 per ton sampah yang diolah. Baca Juga: Sampah Plastik jadi Masalah Serius, Luhut Dorong Pembangunan Pabrik Daur Ulang
"Khusus untuk TPST Kesiman Kertalangu, saat ini sudah mulai uji coba pengolahan sampah sebanyak sebesar 170-200 ton per hari dari kapasitas maksimum 450 ton per hari. Ketiga TPST diharapkan sudah dapat beroperasi secara penuh pada bulan Juni 2023," jelas Luhut dalam keterangannya, Selasa (14/3/2023).
Baca Juga: Luhut Mengaku Sering Dikritik Presiden karena Masalah Sampah
Diterangkan olehnya mengatasi masalah sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang hanya mengandalkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebagai solusi. Ditekankan juga oleh Luhut bahwa saat ini sampah menjadi isu krusial yang dihadapi oleh Indonesia dan harus diselesaikan secara tuntas dan cepat.
"Sampah harus dikelola secara terintegrasi dari hulu-hilir dan penggunaan teknologi maju, tidak business as usual," kata Menko Luhut dalam keterangan tertulis,
Lihat Juga :