Dorong Pertumbuhan Industri, Balai Diklat Industri Jakarta Gelar Diklat 3in1
Jum'at, 17 Juli 2020 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Dengan mulai meningkatnya penyerapan tenaga kerja industri, Balai Diklat Industri Jakarta kembali mengadakan Diklat 3in1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi Onsite setelah tertunda selama masa pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan SDM industri kompeten. Pembukaan dan penutupan diklat dilaksanakan secara virtual. Namun diklat berlangsung di PT Globalindo Intimates, PT Eco Smart Garmen Industri, PT. Mataram Tunggal Garmen, dan PT Daehan Global.
Diklat 3in1 sangat diperlukan bagi mereka yang menganggur dan terkena dampak PHK. Tujuannya agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan tatanan normal baru di industri. Penyediaan SDM industri yang kompeten diharapkan mampu memulihkan aktivitas industri di daerah serta menumbuhkan perekonomian nasional.
“Kemanperin tetap berkomitmen untuk menfasilitasi penyediaan SDM industri dalam hal ini tenaga kerja industri yang sangat diperlukan khususnya tenaga kerja yang kompeten,” ujar Eko.
Materi yang diberikan selama diklat terbagi menjadi hard skill dan soft skill. Peserta tidak hanya diajarkan kemampuan teknis saja tetapi juga mendapatkan materi soft skill yang lebih menekankan pada pembentukan karakter. Diharapkan setelah selesai mengikuti diklat, peserta mampu beradaptasi di dunia industri.
“Bekerja di industri harus dibarengi dengan mental dan keahlian agar calon tenaga kerja mampu beradaptasi dan mandiri saat masuk ke dunia industri,” kata HRD Manager PT Daehan Global Brebes, Harri Yawan Kurnia.
Diklat 3in1 sangat diperlukan bagi mereka yang menganggur dan terkena dampak PHK. Tujuannya agar mereka dapat meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan tatanan normal baru di industri. Penyediaan SDM industri yang kompeten diharapkan mampu memulihkan aktivitas industri di daerah serta menumbuhkan perekonomian nasional.
“Kemanperin tetap berkomitmen untuk menfasilitasi penyediaan SDM industri dalam hal ini tenaga kerja industri yang sangat diperlukan khususnya tenaga kerja yang kompeten,” ujar Eko.
Materi yang diberikan selama diklat terbagi menjadi hard skill dan soft skill. Peserta tidak hanya diajarkan kemampuan teknis saja tetapi juga mendapatkan materi soft skill yang lebih menekankan pada pembentukan karakter. Diharapkan setelah selesai mengikuti diklat, peserta mampu beradaptasi di dunia industri.
“Bekerja di industri harus dibarengi dengan mental dan keahlian agar calon tenaga kerja mampu beradaptasi dan mandiri saat masuk ke dunia industri,” kata HRD Manager PT Daehan Global Brebes, Harri Yawan Kurnia.
Lihat Juga :