Raksasa Bank Swiss di Ambang Kebangkrutan, Wall Street Ditutup Variatif

Kamis, 16 Maret 2023 - 07:00 WIB
loading...
Raksasa Bank Swiss di...
Wall Street memangkas kerugian pada akhir perdagangan Rabu (15/3) waktu setempat, tetapi Dow Jones dan S&P 500 ditutup masih lebih rendah. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Wall Street memangkas kerugian pada akhir perdagangan Rabu (15/3) waktu setempat, tetapi Dow Jones dan S&P 500 ditutup masih lebih rendah. Hal itu karena masalah Swiss Credit Suisse menghidupkan kembali kekhawatiran akan krisis perbankan , sedangkan kenaikan suku bunga The Fed diproyeksi lebih kecil bulan ini.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Ramalkan Swiss Credit Suisse Akan Ikuti Jejak Kejatuhan 3 Bank AS

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 280,83 poin atau 0,87% menjadi 31.874,57. Sementara indeks S&P 500 (.SPX) kehilangan 27,36 poin atau 0,70% menjadi 3.891,93 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 5,90 poin atau 0,05% menjadi 11.434,05.

Benchmark indeks mendapatkan kembali kekuatan pada akhir perdagangan setelah Bloomberg melaporkan pemerintah Swiss sedang mengadakan pembicaraan tentang opsi untuk menstabilkan raksasa perbankan negara itu. Komposit Nasdaq ditutup dengan sedikit keuntungan.

"Kami melihat pergerakan pada berita utama, tetapi yang bagus. ... Saya tidak berpikir kita berada pada tahap 2008-2009 dengan cara apa pun dalam hal penularan," kata co-manager Themis Trading dari perdagangan, Joe Saluzzi.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah, Credit Suisse Perkeruh Sentimen Perbankan

Namun, masalah Credit Suisse menambah tekanan pada sektor perbankan setelah otoritas AS membebaskan investor dengan tindakan darurat untuk mencegah penularan setelah runtuhnya SVB Financial (SIVB.O) dan Signature Bank (SBNY.O).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Rekor! Terdapat 771.000...
Rekor! Terdapat 771.000 Tunawisma di Seluruh Amerika Serikat
Lama Dimanja Belanja...
Lama Dimanja Belanja Online, Konsumen AS Kembali Padati Toko Fisik
Rekomendasi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Berita Terkini
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved