Upgrading Gudang Jadi Upaya Memenuhi Kebutuhan Pupuk Petani
Kamis, 16 Maret 2023 - 18:52 WIB
loading...
Peningkatan kapasitas gudang pupuk perlu dilakukan agar mampu memperlancar distribusi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk petani, PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan peningkatan keandalan sarana dan prasarana distribusi. Salah satu bentuk dari program tersebut adalah program upgrading & branding sarana pergudangan baik di Gudang Lini II maupun Lini III.
Baca juga: Harga Dunia Naik 3 Kali Lipat, Alokasi APBN Rp25 Triliun untuk Pupuk Subsidi Tak Cukup
VP Sarana Prasarana Distribusi Pupuk Indonesia Boycke Garda Aria mengatakan, perusahaan melaksanakan program upgrading & branding pada dua lokasi gudang di tahun 2022 dan dua lokasi gudang di tahun 2023. Pada tahun 2022, program upgrading & branding telah dilakukan di di Jawa Tengah, yaitu Gudang Pusri Pati dan Gudang Pupuk Indonesia di Nganjuk. Sementara untuk tahun 2023, dilakukan di gudang yang berlokasi di Unit Pengantongan Pupuk (UPP Semarang) dan Gudang pupuk non-subsidi di Dumai, Riau.
“Program upgrading & branding dilakukan sebagai bentuk kesiapan Pupuk Indonesia dalam menerima kenaikan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah, khususnya terkait dengan kebutuhan tambahan kapasitas gudang, menjaga kualitas produk, perawatan aset perusahaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam pendistribusian pupuk subsidi,” demikian ungkap Boycke, Kamis (16/3/2023).
Peningkatan keandalan sarana dan prasarana distribusi melalui upgrading & branding merupakan upaya Pupuk Indonesia dalam meningkatkan customer awareness. Sebab, gudang-gudang pupuk dibranding sehingga masyarakat khususnya petani dapat mengetahui keberadaan Gudang Pupuk lini III (tingkat kabupaten).
Gudang Pusri Pati dibangun pada tahun 1976 dengan kapasitas sekitar 5.000 ton. Melalui program upgrading & branding, kapasitas gudang saat ini menjadi 6.500 ton atau meningkat sekitar 1.500 ton. Gudang lini III ini mendapat pasokan pupuk bersubsidi dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP) yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia.
Boycke mengatakan bahwa saat ini Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan Kabupaten Pati sebesar 4.389 ton per 15 Maret 2023 atau telah memenuhi kebutuhan selama tiga minggu ke depan. Rinciannya, urea sebesar 1.926 ton dan NPK sebesar 2.463 ton.
Baca juga: Harga Dunia Naik 3 Kali Lipat, Alokasi APBN Rp25 Triliun untuk Pupuk Subsidi Tak Cukup
VP Sarana Prasarana Distribusi Pupuk Indonesia Boycke Garda Aria mengatakan, perusahaan melaksanakan program upgrading & branding pada dua lokasi gudang di tahun 2022 dan dua lokasi gudang di tahun 2023. Pada tahun 2022, program upgrading & branding telah dilakukan di di Jawa Tengah, yaitu Gudang Pusri Pati dan Gudang Pupuk Indonesia di Nganjuk. Sementara untuk tahun 2023, dilakukan di gudang yang berlokasi di Unit Pengantongan Pupuk (UPP Semarang) dan Gudang pupuk non-subsidi di Dumai, Riau.
“Program upgrading & branding dilakukan sebagai bentuk kesiapan Pupuk Indonesia dalam menerima kenaikan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah, khususnya terkait dengan kebutuhan tambahan kapasitas gudang, menjaga kualitas produk, perawatan aset perusahaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam pendistribusian pupuk subsidi,” demikian ungkap Boycke, Kamis (16/3/2023).
Peningkatan keandalan sarana dan prasarana distribusi melalui upgrading & branding merupakan upaya Pupuk Indonesia dalam meningkatkan customer awareness. Sebab, gudang-gudang pupuk dibranding sehingga masyarakat khususnya petani dapat mengetahui keberadaan Gudang Pupuk lini III (tingkat kabupaten).
Gudang Pusri Pati dibangun pada tahun 1976 dengan kapasitas sekitar 5.000 ton. Melalui program upgrading & branding, kapasitas gudang saat ini menjadi 6.500 ton atau meningkat sekitar 1.500 ton. Gudang lini III ini mendapat pasokan pupuk bersubsidi dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP) yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia.
Boycke mengatakan bahwa saat ini Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan Kabupaten Pati sebesar 4.389 ton per 15 Maret 2023 atau telah memenuhi kebutuhan selama tiga minggu ke depan. Rinciannya, urea sebesar 1.926 ton dan NPK sebesar 2.463 ton.
Lihat Juga :