BI Harus Persiapkan Instrumen Selamatkan Industri Keuangan Nasional
Selasa, 28 April 2020 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Dengan pengawasan dan relaksasi yang tepat sasaran, volume pembayaran kredit serta kualitas kredit MNC Bank tetap baik. Mengelola volume dan kualitas kredit dengan baik menjadi kunci MNC Bank agar tetap meraih kinerja positif di kuartal 1 2020. "Hal tersebut terefleksi dari laba bersih kuartal 1 2020 diestimasikan pada kisaran Rp 3,89 Miliar," ujar dia.
Ketahanan perbankan kini juga kuat terlihat dari permodalan industri perbankan terjaga stabil. Capital Adequacy Ratio industri perbankan sebesar 22,42% sebagaimana informasi OJK pada keterangan tertulis 27 Maret 2020. Sedangkan untuk MNC Bank sendiri modal intinya cukup baik sebagaimana terlihat pada kuartal 1 2020 diestimasikan pada kisaran Rp 1,18 triliun.
Saat ini perbankan maupun regulasinya sudah jauh lebih baik dan siap menghadapi tekanan luar dibandingkan pada masa 1998 maupun 2008. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil penilaian Program Penilaian Konsistensi Peraturan (RCAP/Regulatory Consistency Assessment Program) terhadap regulasi sektor perbankan di Indonesia. Dimana Indonesia mendapatkan nilai Compliant (C) untuk kerangka NSFR (Net Stable Funding Ratio) dan Large Exposures (LEx).
Penilaian tersebut merupakan peraihan tertinggi yang dapat diberikan kepada negara yang menjalani RCAP. Sehingga menjadi refleksi bahwa industri perbankan di Indonesia sudah sejajar dengan perbankan di negara anggota Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) lainnya.
"Dengan regulasi yang telah jauh lebih siap, ketahanan bank yang kuat, dan rentabilitas bank yang lebih baik, saya optimis prospek Bank tetap baik di tengah kondisi saat ini maupun kedepannya," ujarnya.
Ketahanan perbankan kini juga kuat terlihat dari permodalan industri perbankan terjaga stabil. Capital Adequacy Ratio industri perbankan sebesar 22,42% sebagaimana informasi OJK pada keterangan tertulis 27 Maret 2020. Sedangkan untuk MNC Bank sendiri modal intinya cukup baik sebagaimana terlihat pada kuartal 1 2020 diestimasikan pada kisaran Rp 1,18 triliun.
Saat ini perbankan maupun regulasinya sudah jauh lebih baik dan siap menghadapi tekanan luar dibandingkan pada masa 1998 maupun 2008. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil penilaian Program Penilaian Konsistensi Peraturan (RCAP/Regulatory Consistency Assessment Program) terhadap regulasi sektor perbankan di Indonesia. Dimana Indonesia mendapatkan nilai Compliant (C) untuk kerangka NSFR (Net Stable Funding Ratio) dan Large Exposures (LEx).
Penilaian tersebut merupakan peraihan tertinggi yang dapat diberikan kepada negara yang menjalani RCAP. Sehingga menjadi refleksi bahwa industri perbankan di Indonesia sudah sejajar dengan perbankan di negara anggota Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) lainnya.
"Dengan regulasi yang telah jauh lebih siap, ketahanan bank yang kuat, dan rentabilitas bank yang lebih baik, saya optimis prospek Bank tetap baik di tengah kondisi saat ini maupun kedepannya," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :