Stop Jor-joran Bakar Uang, GOTO Pangkas Beban Kuartalan Rp2,8 Triliun
Selasa, 21 Maret 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Vladimir Putin: Hubungan Rusia dan China Tanpa Batasan
"Dengan mempertimbangkan langkah-langkah perampingan jumlah karyawan pada November 2022 dan Maret 2023, kami perkirakan GOTO dapat menghemat Rp91 miliar per bulan atau Rp274 miliar per kuartal dan Rp1,1 triliun per tahun. Perhatikan bahwa ini tidak termasuk pesangon, yang dapat menyebabkan hasil menjadi lebih konservatif, namun tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap arus kas operasi perusahaan," paparnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo melalui keterangan resminya mengatakan bahwa upaya mendorong penghematan beban serta pengurangan biaya telah menciptakan perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan. GOTO, tegas dia, berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA disesuaikan (adjusted) yang positif pada kuartal IV-2023.
"Sepanjang 2022, kami terus mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makroekonomi seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh, melalui pelaksanaan efisiensi struktural di seluruh bagian organisasi," kata Jacky.
"Dengan mempertimbangkan langkah-langkah perampingan jumlah karyawan pada November 2022 dan Maret 2023, kami perkirakan GOTO dapat menghemat Rp91 miliar per bulan atau Rp274 miliar per kuartal dan Rp1,1 triliun per tahun. Perhatikan bahwa ini tidak termasuk pesangon, yang dapat menyebabkan hasil menjadi lebih konservatif, namun tetap memiliki dampak yang cukup besar terhadap arus kas operasi perusahaan," paparnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo melalui keterangan resminya mengatakan bahwa upaya mendorong penghematan beban serta pengurangan biaya telah menciptakan perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan. GOTO, tegas dia, berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA disesuaikan (adjusted) yang positif pada kuartal IV-2023.
"Sepanjang 2022, kami terus mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makroekonomi seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh, melalui pelaksanaan efisiensi struktural di seluruh bagian organisasi," kata Jacky.
(fai)
Lihat Juga :