Pemerintah dan Kadin Kolaborasi Perkuat Perdagangan Indo-Pasifik
Selasa, 21 Maret 2023 - 15:36 WIB
loading...
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangkaian forum bisnis Indo-Pacific Chamber of Commerce and Industry (IPCC). FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan dengan memperluas jaringan bisnis di kawasan Indo-Pasifik dalam forum bisnis Indo-Pacific Chamber of Commerce and Industry (IPCC). Forum bisnis tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat Indo-Pasifik sebagai kawasan utama perdagangan dan investasi.
"Selain di negara sendiri, saat ini pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melalui pernyataannya, Selasa (21/3/2023).
Baca Juga: Airlangga Sebut Berkat UU Ciptaker Ekonomi RI Selamat dari Covid-19
Menurut dia Indo-Pasifik merupakan kawawan strategis mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan latar belakang diadakan IPCC lantaran banyak negara menghadapi kesulitan menyusun strategi kemitraan Indo-Pasifik serta berbagai inisiatif bilateral, regional, dan multilateral tanpa keterlibatan sektor swasta.
Terdapat beberapa pertanyaan utama dari sektor swasta terkait Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) meliputi bagaimana kerangka kerja IPEF, bagaimana sektor swasta dapat memperoleh manfaat nyata dari kerangka ini, dan apakah kita bisa mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar Amerika Serikat melalui kerangka kerja ini.
Arsjad juga menyatakan IPEF saat ini memerlukan kemitraan ekonomi yang konkret dan pengembangan substansi yang lebih konsisten, sehingga memberikan manfaat yang lebih nyata bagi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Lantaran kerja IPEF yang relatif singkat, maka sektor swasta memegang peran yang sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari IPEF.
"Selain di negara sendiri, saat ini pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melalui pernyataannya, Selasa (21/3/2023).
Baca Juga: Airlangga Sebut Berkat UU Ciptaker Ekonomi RI Selamat dari Covid-19
Menurut dia Indo-Pasifik merupakan kawawan strategis mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan latar belakang diadakan IPCC lantaran banyak negara menghadapi kesulitan menyusun strategi kemitraan Indo-Pasifik serta berbagai inisiatif bilateral, regional, dan multilateral tanpa keterlibatan sektor swasta.
Terdapat beberapa pertanyaan utama dari sektor swasta terkait Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) meliputi bagaimana kerangka kerja IPEF, bagaimana sektor swasta dapat memperoleh manfaat nyata dari kerangka ini, dan apakah kita bisa mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar Amerika Serikat melalui kerangka kerja ini.
Arsjad juga menyatakan IPEF saat ini memerlukan kemitraan ekonomi yang konkret dan pengembangan substansi yang lebih konsisten, sehingga memberikan manfaat yang lebih nyata bagi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Lantaran kerja IPEF yang relatif singkat, maka sektor swasta memegang peran yang sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari IPEF.
Lihat Juga :