Lembaga Sertifikasi Punya Pengurus Baru, Intip Visinya

Kamis, 23 Maret 2023 - 13:56 WIB
loading...
Lembaga Sertifikasi...
Tujuan dari organisasi ini adalah menjadi wadah kelembagaan yang berorientasi kepada kegiatan Sertifikasi Sistem Manajemen, Sertifikasi Produk, Sertifikasi Personil, Pengujian Laboratorium, Sertifikasi Keamanan Pangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perkumpulan Penilai Kesesuaian Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan ALSI mengukuhkan kepengurusan baru masa bhakti 2022-2025. ALSI merupakan sebuah perkumpulan ALSI lembaga sertifikasi se-Indonesia yang pertama kali di dirikan pada 4 Juli 1996.

Baca Juga: Perkuat SDM Sektor Logistik melalui Sertifikasi Profesi

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BSN Kukuh S. Achmad, perwakilan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Wahyudi Joko S, serta perwakilan Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK) Fentie Julianti Salaka.

Tujuan dari organisasi ini adalah menjadi wadah kelembagaan yang berorientasi kepada kegiatan Sertifikasi Sistem Manajemen , Sertifikasi Produk, Sertifikasi Personil, Pengujian Laboratorium, Sertifikasi Keamanan Pangan dan sertifikasi-sertifikasi lainnya. Dimana mengacu kepada sistem sertifikasi nasional yang diakreditasi oleh KAN dan atau Badan Akreditasi Nasional yang diakui menurut Undang-Undang yang berlaku di Indonesia baik bagi pelanggan dalam negeri maupun luar negeri.

Baca Juga: Sertifikasi Profesi Jamin Standar Kompetensi Tenaga Kerja

Ketua Umum ALSI masa bhakti 2022-2025, Nyoman Susila sekaligus Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia mengatakan, dalam sambutannya bahwa dalam kepengurusan masa bhakti ini mendesain ulang struktur organisasi yang baru.

Hal tersebut dilakukan untuk menjawab harapan anggota berdasarkan hasil survey anggota ALSI supaya ALSI menjadi lebih kuat posisinya sebagai salah satu stakeholder pengembangan dan penerapan standard dan memberikan manfaat maksimal kepada anggota untuk mengembangkan bisnis testing, inspeksi dan sertifikasi di Indonesia.

“Ada 3 kelompok dalam struktur organisasi, pertama adalah kelompok sertifikasi, kedua adalah kelompok inspeksi dan ketiga kelompok laboratorium. Sertifikasi sendiri dibagi 3 bidang yakni Bidang Lembaga Sertifikasi Produk, Bidang Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen (LSSM) & Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Bidang Sustainability dan Green Certification," ujar Nyoman Susila yang sudah 3 kali terpilih menjadi Ketua Umum ALSI.

"Dengan pembagian tersebut kami berharap semua pengurus ALSI bisa berpartisipasi dalam mengembangkan pasar berbagai bidang untuk memajukan ekosistem bisnis sertifikasi," sambungnya.

Bagi Ketua Dewan Pengawas ALSI, Ngakan Timur Antara yang juga pernah menjadi Ketua Umum ALSI dan Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperind, penting bagi pengurus ALSI untuk juga fokus memantau regulasi pemerintah.

“Bisnis TIC nyatanya tetap sustain hingga saat ini, dan memang sangat bergandengan dengan regulasi pemerintah untuk terus berkembang. Bisnis sertifikasi juga merupakan bisnis global yang tidak dapat diabaikan.

Kepala BSN, Kukuh S. Achmad dalam sambutannya menghimbau para anggota ALSI yang merupakan para pelaku bisnis LPK terakreditasi KAN – sekaligus direct stakeholder BSN untuk pilar conformity assessment – harus bisa melihat peluang dan lingkungan bisnis yang strategis demi berkontribusi dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

“Karena di tangan Bapak-Ibu pengurus ALSI bagaimana kemajuan proses sertifikasi, pengujian laboratorium, inspeksi, dan yang relatif baru proses verifikasi, validasi-integritas dan kredibilitasnya bisa dilihat setara dengan internasional," terangnya.

Kukuh berharap kemajuan para pebisnis LPK dapat kontinu karena pemerintah dan LPK saling memerlukan. Pemerintah memerlukan peran LPK non-government karena akses modal, ekspertise, dan komitmen ada di tangan LPK non-government.

Untuk menyemangati, Kukuh melaporkan informasi bahwa tahun lalu United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melakukan survey tentang status pengelolaan infrastruktur mutu yang terdiri dari 5 elemen (standardisasi, metrologi, conformity assessment, akreditasi, dan kebijakan). Indonesia di ranking ke-34 dunia dan no 2 di-ASEAN.

“Saya rasa ini sesuatu yang perlu kita banggakan dan jaga komitmennya. Karena kami yakin itu bukan kerja keras BSN saja, tetapi hasil kerja keras kita semua, termasuk semua anggota ALSI,” kata Kukuh.

Sebagai penutup, Sekretaris Jenderal ALSI, Irham Budiman yang juga Direktur Operasional MUTU International mengatakan, jumlah anggota ALSI saat ini didominasi perusahaan-perusahaan lembaga penilai kesesuaian (LPK) nasional yakni sebanyak 78% yang di dalamnya mayoritas LPK swasta (75%).

Irham berharap, sesuai harapan dari Kepala BSN, dengan anggota tersebut ALSI sebagai organisasi bisa menjadi kekuatan di masa depan. Khususnya, Irham menekankan tiga peran ALSI sebagai organisasi yakni menjadi sumber referensi di industri TIC, menjadi rumah besar para pelaku industri TIC, serta menjadi penggerak ekosistem penilai kesesuaian.

Tema program kepengurusan 2022-2025 adalah penguatan ALSI untuk mendukung ekosistem penilain kesesuaian dengan 4 tipologi program: (1) Dukungan pengembangan dan penerapan standar, (2) Wadah diskusi dan sharing, (3) Pengembangan kapasitas dan kapabilitas dan (4) Networking.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cara Smart Indonesia...
Cara Smart Indonesia Academy Dominasi Pasar Sertifikasi Global: Strategi Availability dan Supremasi Modul Berhak Cipta
Gandeng LSP PPSDM Geominerba,...
Gandeng LSP PPSDM Geominerba, PT NHM Gelar Sertifikasi Juru Ledak II di Site Gosowong
Perusahaan Pelanggar...
Perusahaan Pelanggar Bisa Masuk Daftar Hitam, Menaker Kawal Sertifikasi Peserta Magang Nasional
Ekspansi ke Jepang,...
Ekspansi ke Jepang, Sucofindo Perkuat Akses Pasar Global
BCA Raih Sertifikasi...
BCA Raih Sertifikasi Internasional Privasi Data dan AI
Gandeng Otoritas Maritim...
Gandeng Otoritas Maritim China, BKI Perluas Layanan Global
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
UGM Bersama IHC Kolaborasi...
UGM Bersama IHC Kolaborasi Gelar Pelatihan Sertifikasi Hipnoterapi Klinis
UNEJ Resmi Punya LSP-P1,...
UNEJ Resmi Punya LSP-P1, Lulusan Dapat Sertifikat Kompetensi Nasional
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved