3 Cara Mudah Analisis Performa Reksa Dana agar Dapat Produk yang Terbaik
Jum'at, 24 Maret 2023 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
Jika nilai dari IHSG menurun sekitar 5 persen pada periode waktu tertentu, tapi produk reksa dana yang dimiliki hanya turun 4 persen, artinya performa dari produk reksa dana tersebut lebih baik dibanding kebanyakan saham lain. Pun sebaliknya, jika rasio penurunan nilai reksa dana saham lebih besar, bisa dipahami jika performanya tak sebagus kebanyakan produk lainnya.
Melakukan perbandingan ini bisa dilakukan untuk mengetahui performa atau kualitas kinerja dari semua produk reksa dana yang ingin dibeli. Jika pertumbuhannya lebih buruk dibanding dengan produk reksa dana lain, maka bisa mempertimbangkan untuk beralih, atau bertahan dengan harapan nilainya akan membaik dalam waktu dekat.
Yang perlu diingat, membandingkan performa reksa dana ini harus dilakukan dengan produk lain dari kategori yang sama agar mampu mendapatkan tolok ukur akurat.
2. Perhatikan Kapan Kinerja Reksa Dana Dapat Berisiko Memburuk
Saat berinvestasi reksa dana, khususnya yang berisiko tinggi seperti memilih reksa dana saham , ada baiknya untuk menahan modal paling tidak selama 3 tahun. Tapi, hal tersebut tak berarti investor tak mampu mendapatkan peluang keuntungan jangka pendek ketika memilih instrumen berisiko tinggi tersebut.
Jika memang dalam waktu 1 tahun sudah mendapatkan keuntungan sesuai target, maka jangan ragu untuk mencairkan dan merealisasikannya segera. Sebab, return yang menggiurkan dari reksa dana berisiko tinggi dalam waktu singkat juga bisa menjadi indikasi peringatan tentang risiko penurunan harga di waktu dekat.
Terdapat sejumlah alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya adalah imbal hasil luar biasa besar menunjukkan adanya sifat abnormal pada produk. Selain itu, tetap hindari juga kinerja terlampau positif dalam jangka pendek karena akan menarik minat investor berinvestasi di dalamnya yang membuat proses pengelolaan dana menjadi lebih sulit.
Melakukan perbandingan ini bisa dilakukan untuk mengetahui performa atau kualitas kinerja dari semua produk reksa dana yang ingin dibeli. Jika pertumbuhannya lebih buruk dibanding dengan produk reksa dana lain, maka bisa mempertimbangkan untuk beralih, atau bertahan dengan harapan nilainya akan membaik dalam waktu dekat.
Yang perlu diingat, membandingkan performa reksa dana ini harus dilakukan dengan produk lain dari kategori yang sama agar mampu mendapatkan tolok ukur akurat.
2. Perhatikan Kapan Kinerja Reksa Dana Dapat Berisiko Memburuk
Saat berinvestasi reksa dana, khususnya yang berisiko tinggi seperti memilih reksa dana saham , ada baiknya untuk menahan modal paling tidak selama 3 tahun. Tapi, hal tersebut tak berarti investor tak mampu mendapatkan peluang keuntungan jangka pendek ketika memilih instrumen berisiko tinggi tersebut.
Jika memang dalam waktu 1 tahun sudah mendapatkan keuntungan sesuai target, maka jangan ragu untuk mencairkan dan merealisasikannya segera. Sebab, return yang menggiurkan dari reksa dana berisiko tinggi dalam waktu singkat juga bisa menjadi indikasi peringatan tentang risiko penurunan harga di waktu dekat.
Terdapat sejumlah alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya adalah imbal hasil luar biasa besar menunjukkan adanya sifat abnormal pada produk. Selain itu, tetap hindari juga kinerja terlampau positif dalam jangka pendek karena akan menarik minat investor berinvestasi di dalamnya yang membuat proses pengelolaan dana menjadi lebih sulit.
Lihat Juga :