Tantangan Menghindari Jebakan Negara Pendapatan Menengah

Minggu, 19 Juli 2020 - 01:11 WIB
loading...
Tantangan Menghindari...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat, status Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country) memiliki tantangan tersendiri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat, status Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country) memiliki tantangan tersendiri. Salah satu tantangan yang harus dijawab pemerintah adalah bagaimana memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Kalau kita melihat Indonesia sebagai middle income sekarang, tapi perjalanan menjadi negara berpendapatan tinggi dan bisa memberikan kesejahteraan yang adil merata itu tantangannya luar biasa," ujar Sri Mulyani dalam Webinar, Jakarta, Sabtu (18/7).

(Baca Juga: RI Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas Munculkan Konsekuensi Negatif )

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, Indonesia telah mengalami banyak tantangan fundamental sebelum Bank Dunia menaikkan status menjadi negara berpenghasilan menengah atas sejak 1 Juli 2020 lalu. Namun demikian, menurutnya tidak sedikit negara berpenghasilan menengah atas justru terjebak dalam perangkap dalam status middle income trap-nya.

Terang Menkeu, perangkap itu terkait dengan stagnannya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, serta sisi produktivitas dan inovasi teknologi. Artinya, banyak negara yang status pendapatannya dikategorikan sebagai negara berpendapatan menengah atas, namun tidak mampu mengembangkan instrumen fundamental yang pada dasarnya merupakan faktor pendorong bagi Produk Domestik Bruto (PDB) negara bersangkutan.

Padahal lanjut dia, penguatan SDM, pembangunan Infrastruktur, dan penggunaan teknologi mutakhir adalah instrumen yang bukan saja membawa sebuah negara menjadi negara berpendapatan menengah atas tapi juga akan menjadikan negara tersebut sebagai negara maju.

"Ada juga yang disebut middle income trap, artinya negara tidak bisa naik dari middle ke high income (negara berpendapatan tinggi) karena dia terperangkap di tengah perangkapnya biasanya SDM-nya yang tidak naik kualitasnya, infrastruktur tertinggal dan juga dari sisi kemampuan produktivitas inovasi teknologinya," ungkapnya.

(Baca Juga: Titel Negara Berpendapatan Menengah Atas Jadi Tantangan RI )

Karena itu sambung Sri Mulyani, tantang Indonesia saat ini adalah selain mampu menjawab perihal kesejahteraan rakyat, Indonesia juga mampu mendesain sistem keuangan negara. Hal itu sekaligus terintegrasi dengan penguatan SDM melalui lembaga pendidikan. Bahkan, bagaimana sistem keuangan juga terintegrasi dengan penguatan teknologi, pembangunan infrastruktur, serta akses masyarakat untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan sosial.

"Gimana mendesain konten training pendidikan, kesehatan, bagaimana kita melindungi masyarakat bisa dapat akses kesehatan namun sustainable dengan keuangan negara, jadi tidak belanja doang tapi gambarnya tidak dipikirkan. Inovasi teknologi, bisa desain policy keuangan negara supaya tidak hanay negara tapi swasta bisa research seperti insentif tax deduction," ujarnya.

"Semua belanja itu semua investasi, namun tidak berarti kalau ada uang itu ada solusi. Karena ada yang negara belanjanya banyak tapi tidak menjadi apa-apa. Bah itu tantangan kita. Yang kita butuhkan itu bagaimana menjawab tantangan bukan masalah uangnya," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved