Gubernur BI Optimistis ASEAN Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:20 WIB
loading...
Gubernur BI Optimistis...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
NUSA DUA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis kawasan ASEAN ke depan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Tiga prioritas yang harus dijalankan, yakni pemulihan dan pembangunan kembali, digitalisasi, serta menerapkan ekonomi berkelanjutan.

"ASEAN baik sekarang maupun di masa depan sangat penting. Itu tiga alasan utama ke depan menjadi pusat pertumbuhan," kata dia dalam High Level Seminar From ASEAN to The World: Payment System in the Digital Era di Nusa Dua, Bali, Selasa (28/3/2023).

Baca Juga: BI Perluas Transaksi QRIS Antarnegara, Jajan di Luar Negeri Bisa Pakai Rupiah

Menurut dia kawasan ASEAN juga mampu menahan gejolak inflasi di tengah tingginya harga komoditas global akibat terganggunya rantai pasok dan pandemi. Pertumbuhan ekonomi kawasan secara rata-rata merupakan tertinggi di dunia.

"Tahun lalu ASEAN 5 pertumbuhan ekonominya menyentuh angka 5,3%. Tahun ini kami berekspektasi di 4,6% hingga 4,7% dan meningkat hingga 5,6% di 2024," jelasnya.

Perry juga melihat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan terus meningkat. Hal itu didorong populasi generasi muda yang terus tumbuh pesat.

Baca Juga: Paripurna DPR Sepakati Perry Warjiyo Jabat Gubernur BI Periode 2023-2028

Di sisi lain, pertumbuhan startup di ASEAN juga terus mengalami peningkatan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi digital satu kawasan. Tak hanya itu, ASEAN juga memiliki ASEAN Digital Integration Framework untuk bersama-sama bergerak menuju tranformasi digital.

"Ini tidak hanya mendukung integrasi ekonomi, tapi juga crossborder regional payment connectivity," pungkas Perry Warjiyo.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Rekomendasi
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Berita Terkini
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved