Banyak Petani Tak Kebagian NPK Subsidi, Dirut Pupuk Indonesia: Harus Impor

Kamis, 30 Maret 2023 - 17:13 WIB
loading...
Banyak Petani Tak Kebagian...
Sejumlah petani tengah memanen padi di CIrebon, Jawa Barat. Foto/MPI/Yulianto
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengaku masih banyak petani yang belum mendapatkan pupuk NPK bersubsidi. Padahal, NPK dengan kandungan unsur hara dibutuhkan untuk menyuburkan lahan sawah di sejumlah lokasi.

Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama (Dirut) Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, impor NPK diperlukan untuk kebutuhan masa taman sejumlah komoditas pangan, salah satunya beras.

Namun, NPK yang didatangkan dari luar negeri tidak dialokasikan untuk kebutuhan pupuk bersubsidi alias komersial. Artinya, petani hanya bisa memperoleh NPK ketika membelinya di warung Pupuk Indonesia.

"Impor (NPK) untuk pangan, untuk memenuhi sawah-sawah yang tidak kebagian pupuk subsidi, perlu NPK yang quick release juga kan, ya itu harus impor," tukasnya saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2023).

Meski banyak lahan sawah belum memperoleh NPK bersubsidi, Bakir mengklaim pihaknya sudah memenuhi kebutuhan tersebut sesuai dengan target pemerintah.

Pada tahun ini pemerintah menetapkan kebutuhan NPK bersubsidi sebesar 3,1 - 3,2 juta ton. Sementara, kapasitas produksi Pupuk Indonesia mencapai 3,5 juta ton.

Baca juga: DPR Sebut Kapasitas Produksi PI Sudah Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

Adapun keseluruhan pupuk bersubsidi yang ditargetkan pemerintah pada 2023 sebesar 9 juta ton. Jumlah ini terdiri dari pupuk Urea 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton, serta NPK formula khusus (kakao) 211.003 ton. Angka tersebut lebih kecil dari total permintaan rata-rata nasional yang berada di kisaran 23 juta ton.

"Kalau subsidi pas, cukup untuk subsidi, nah sekarang kan kita juga punya program untuk non subsidi, emang semua sawah di Indonesia subsidi semua? kan nggak, lebih banyak juga yang nggak subsidi, NPK ini harus dipenuhi juga," bebernya.

Baca juga: Harga Dunia Naik 3 Kali Lipat, Alokasi APBN Rp25 Triliun untuk Pupuk Subsidi Tak Cukup

"Kita menambah kapasitas terus, kalau tidak cukup juga, ya harus impor, dan pemerintah tidak mempermasalahkan kalau kita impor," pungkas Bakir.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Indonesia Ekspor Pupuk...
Indonesia Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Total Nilainya Tembus Rp7 Triliun
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved