Pergerakan Pesawat Naik 42%, Pengawasan Penerbangan Harus Tetap Jalan
Minggu, 19 Juli 2020 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengajak seluruh stakeholder penerbangan untuk menciptakan penerbangan yang selamat, aman, dan sehat. Hal itu perlu dilakukan untuk membangkitkan industri penerbangan nasional di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.
Hal itu sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bahwa di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), dimana masyarakat bisa bisa tetap produktif. Namun tetap aman dari penularan Covid-19, termasuk untuk melakukan aktivitas bepergian dengan pesawat udara.
Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat menggunakan transportasi udara dengan menciptakan penerbangan yang aman, selamat, nyaman dan sehat,” demikian disampaikan Menhub saat membuka Rapat Koordinasi Perhubungan Udara melalui Video Conference di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).
Menhub Budi Karya mengatakan dampak pandemi Covid 19 sangat luar biasa bagi perekonomian nasional termasuk bagi industri penerbangan. Dia mengungkapkan, jumlah penumpang harian domestik turun hingga 90%.
Selain itu, terjadi penurunan signifikan dari frekuensi penerbangan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Banyak pesawat yang parkir di bandara dan tidak beroperasi. “Industri penerbangan kini dalam kondisi bertahan di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Menhub.
Lebih lanjut, dia menyakini penerbangan Indonesia mampu seperti negara Vietnam dan lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Menjaga agar jangan ada banyak lagi warga yang terpapar Covid-19 menjadi concern kita bersama, tetapi kita juga ingin ekonomi di Indonesia khususnya pergerakan di transportasi yang juga memiliki kerentanan ini bisa ditangani. Maka keseimbangan harus kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Diungkapkan juga olehnya, perlu ada persamaan persepsi antara regulator serta seluruh stakeholder penerbangan agar konsisten dalam melaksanakan regulasi baik nasional maupun internasional.
Hal itu sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bahwa di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), dimana masyarakat bisa bisa tetap produktif. Namun tetap aman dari penularan Covid-19, termasuk untuk melakukan aktivitas bepergian dengan pesawat udara.
Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat menggunakan transportasi udara dengan menciptakan penerbangan yang aman, selamat, nyaman dan sehat,” demikian disampaikan Menhub saat membuka Rapat Koordinasi Perhubungan Udara melalui Video Conference di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).
Menhub Budi Karya mengatakan dampak pandemi Covid 19 sangat luar biasa bagi perekonomian nasional termasuk bagi industri penerbangan. Dia mengungkapkan, jumlah penumpang harian domestik turun hingga 90%.
Selain itu, terjadi penurunan signifikan dari frekuensi penerbangan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Banyak pesawat yang parkir di bandara dan tidak beroperasi. “Industri penerbangan kini dalam kondisi bertahan di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Menhub.
Lebih lanjut, dia menyakini penerbangan Indonesia mampu seperti negara Vietnam dan lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Menjaga agar jangan ada banyak lagi warga yang terpapar Covid-19 menjadi concern kita bersama, tetapi kita juga ingin ekonomi di Indonesia khususnya pergerakan di transportasi yang juga memiliki kerentanan ini bisa ditangani. Maka keseimbangan harus kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Diungkapkan juga olehnya, perlu ada persamaan persepsi antara regulator serta seluruh stakeholder penerbangan agar konsisten dalam melaksanakan regulasi baik nasional maupun internasional.
Lihat Juga :