Segarnya Es Warna-warni saat Bulan Puasa, Penasaran Berapa Omzetnya?
Minggu, 02 April 2023 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Jika harga es Bima sebesar Rp5.000 per porsi dan saat bulan puasa berhasil menjual rerata hingga 500 bungkus, maka pendapatan kotor Bima dalam sehari mencapai Rp2,5 juta atau Rp75 juta per bulan.
Namun, angka itu khusus penjualan di bulan puasa, sebab jika bulan biasa hanya setengahnya. "Itu kalau cuaca bagus dan mendukung, kalau cuacanya hujan juga kadang masyarakat jarang keluar juga," tuturnya.
Adapun selama bulan Ramadan, Bima mulai berjualan jam 2 siang hingga 6 petang atau jelang magrib. Namun, tak jarang dagangannya sudah ludes terjual sebelum waktu tersebut. Sedangkan jika bulan biasanya, Bima mulai berjualan dari jam 9 pagi hingga rata-rata waktu dagang 6 jam.
Baca juga: 7 Jenis Es Tradisional Khas Indonesia yang Kerap Dijadikan Menu Takjil, Nomor 6 Renyah saat Digigit
Di tengah tingginya permintaan saat bulan puasa, bahkan dari jam 2 siang buka sampai dagangan habis, terkadang tidak ada waktu luang untuk dirinya duduk sejenak.
Pasalnya, pembeli terus berdatangan sehingga dirinya harus terus melayani dan membungkuskan es satu per satu. "Tidak ada duduk, kita bungkus-bungkus saja terus, tapi kalau cuaca hujan ya kita nyantai-nyantai saja dulu," tukasnya.
Namun, angka itu khusus penjualan di bulan puasa, sebab jika bulan biasa hanya setengahnya. "Itu kalau cuaca bagus dan mendukung, kalau cuacanya hujan juga kadang masyarakat jarang keluar juga," tuturnya.
Adapun selama bulan Ramadan, Bima mulai berjualan jam 2 siang hingga 6 petang atau jelang magrib. Namun, tak jarang dagangannya sudah ludes terjual sebelum waktu tersebut. Sedangkan jika bulan biasanya, Bima mulai berjualan dari jam 9 pagi hingga rata-rata waktu dagang 6 jam.
Baca juga: 7 Jenis Es Tradisional Khas Indonesia yang Kerap Dijadikan Menu Takjil, Nomor 6 Renyah saat Digigit
Di tengah tingginya permintaan saat bulan puasa, bahkan dari jam 2 siang buka sampai dagangan habis, terkadang tidak ada waktu luang untuk dirinya duduk sejenak.
Pasalnya, pembeli terus berdatangan sehingga dirinya harus terus melayani dan membungkuskan es satu per satu. "Tidak ada duduk, kita bungkus-bungkus saja terus, tapi kalau cuaca hujan ya kita nyantai-nyantai saja dulu," tukasnya.
Lihat Juga :