Kebutuhan Uang Tunai Jelang Lebaran Naik 15%, Bank Mampu Penuhi?
Selasa, 04 April 2023 - 12:35 WIB
loading...
Bank dinilai mampu penuhi kebutuhan uang tunai untuk Lebaran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ramadan dan Lebaran selalu menjadi momentum peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai . Ada beberapa penyebab, salah satunya adalah pemberian tunjangan hari raya (THR) dan juga angpau Lebaran.
Baca juga: Transaksi Diprediksi Naik Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp69,48 Triliun
Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, memprediksi peningkatan peredaran uang pada Lebaran meningkat pada kisaran 10%-15% bila dibandingkan dengan kondisi normal.
“Walaupun demikian, bank berada pada kondisi yang positif dan bisa memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat,” Sunarsip dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (4/4/2023).
Sunarsip membeberkan beberapa aspek yang menopang bank dalam memenuhi permintaan uang tunai tersebut. Di antaranya adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 9%-10% dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang mencapai 25%.
Kondisi tersebut menunjukkan tren positif di tengah-tengah perlambatan ekonomi, sehingga bank dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan memiliki cadangan uang tunai untuk kemudian disebarkan melalui anjungan tunai mandiri (ATM).
“Khususnya untuk DPK, bisa menopang finansial perbankan. Apalagi itu bisa tumbuh sekitar 9% hingga 10%, tentunya sangat positif dan hal ini mampu meningkatkan kinerja profitabilitas finansial mereka,” imbuhnya.
Baca juga: Transaksi Diprediksi Naik Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp69,48 Triliun
Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, memprediksi peningkatan peredaran uang pada Lebaran meningkat pada kisaran 10%-15% bila dibandingkan dengan kondisi normal.
“Walaupun demikian, bank berada pada kondisi yang positif dan bisa memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat,” Sunarsip dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (4/4/2023).
Sunarsip membeberkan beberapa aspek yang menopang bank dalam memenuhi permintaan uang tunai tersebut. Di antaranya adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 9%-10% dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang mencapai 25%.
Kondisi tersebut menunjukkan tren positif di tengah-tengah perlambatan ekonomi, sehingga bank dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan memiliki cadangan uang tunai untuk kemudian disebarkan melalui anjungan tunai mandiri (ATM).
“Khususnya untuk DPK, bisa menopang finansial perbankan. Apalagi itu bisa tumbuh sekitar 9% hingga 10%, tentunya sangat positif dan hal ini mampu meningkatkan kinerja profitabilitas finansial mereka,” imbuhnya.
Lihat Juga :