alexametrics

Rupiah Siang Ini Masih Memerah, IHSG Tetap Menghijau

loading...
Rupiah Siang Ini Masih Memerah, IHSG Tetap Menghijau
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada siang hari ini masih betah di zona merah, di tengah menguatnya IHSG. Foto: Grafis/Dok SindoPhoto
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini masih betah di zona merah, di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.733/USD. Posisi ini melemah 60 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.673/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.723/USD. Posisi itu melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.690/USD.



Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.649/USD, dengan kisaran harian Rp13.628-Rp13.756/USD. Posisi tersebut negatif dibanding posisi kemarin di level Rp13.693/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.741/USD. Posisi itu merangkak naik dibanding sebelumnya pada level Rp13.761/USD.

Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup semakin jaya, naik 27,89 poin atau 0,61% ke level 4.613,43, di tengah mayoritas memerahnya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka naik 14,43 poin atau 0,31% ke level 4.599,98.

Sektor saham hari ini hampir mayoritas menguat. Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah industri dasar, naik 1,88% disusul sektor keuangan yang naik 1%. Sementara, sektor yang melemah terdalam hanya perdagangan, turun 0,71%.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,50 triliun dengan 2,13 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp128,85 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp935,37 miliar dan aksi beli Rp1,06 triliun. Tercatat 140 saham menguat, 101 saham melemah dan 78 saham stagnan.

Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan Astra Internasional Tbk (ASII). Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Matahari Dertment Store Tbk (LPPF), dan PT Bumi Teknokultural Ungul Tbk (BTEK).
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak