Ekonomi Rusia Meluncur Menuju Deindustrialisasi Imbas Perang
Rabu, 05 April 2023 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Di masa depan, potensi pemulihan ekonomi Rusia akan dibentuk oleh dua faktor yang sangat fluktuatif: perang di Ukraina dan stabilitas fiskal Rusia.
Bank Sentral Finlandia menerangkan, bahwa pada pandangan pertama mungkin tampak bahwa ekonomi Rusia tidak banyak menderita akibat perang. Namun analis mengatakan, bahwa dalam situasi saat ini, indikator utama PDB tidak penting, karena mereka menutupi restrukturisasi ekonomi Rusia yang signifikan.
Selama tahun pertama perang berlangsung, otoritas Rusia mendorong ekonomi ke jalur transformasi struktural menuju autarki yakni kebijakan ekonomi untuk membatasi perdagangan hanya dilakukan di dalam suatu negara. Substitusi impor dan pemisahan diri dari "negara-negara tidak bersahabat" menjadi agenda utama politik Moskow.
Jenis kebijakan ini dapat berhasil jika investasi besar dilakukan dalam produksi dalam negeri untuk menggantikan impor yang hilang, ditambah dengan membangun jaringan transportasi baru.
Karena sumber daya terbatas, investasi di sektor lain akan turun. Beberapa ekonom cukup ilustratif menyebutnya sebagai tanda industrialisasi terbalik atau deindustrialisasi.
Ekonomi Barat yang disebut Rusia "tidak ramah", membentuk lebih dari 50% ekonomi dunia dan menyumbang lebih besar dari kegiatan penelitian dan inovasi global. Pada akhir 2021, lebih dari 90% FDI Rusia berasal dari "negara-negara tidak bersahabat." Pemutusan hubungan ini jadi kejutan besar dan hambatan pada potensi pertumbuhan Rusia.
Bank Sentral Finlandia menerangkan, bahwa pada pandangan pertama mungkin tampak bahwa ekonomi Rusia tidak banyak menderita akibat perang. Namun analis mengatakan, bahwa dalam situasi saat ini, indikator utama PDB tidak penting, karena mereka menutupi restrukturisasi ekonomi Rusia yang signifikan.
Selama tahun pertama perang berlangsung, otoritas Rusia mendorong ekonomi ke jalur transformasi struktural menuju autarki yakni kebijakan ekonomi untuk membatasi perdagangan hanya dilakukan di dalam suatu negara. Substitusi impor dan pemisahan diri dari "negara-negara tidak bersahabat" menjadi agenda utama politik Moskow.
Jenis kebijakan ini dapat berhasil jika investasi besar dilakukan dalam produksi dalam negeri untuk menggantikan impor yang hilang, ditambah dengan membangun jaringan transportasi baru.
Karena sumber daya terbatas, investasi di sektor lain akan turun. Beberapa ekonom cukup ilustratif menyebutnya sebagai tanda industrialisasi terbalik atau deindustrialisasi.
Ekonomi Barat yang disebut Rusia "tidak ramah", membentuk lebih dari 50% ekonomi dunia dan menyumbang lebih besar dari kegiatan penelitian dan inovasi global. Pada akhir 2021, lebih dari 90% FDI Rusia berasal dari "negara-negara tidak bersahabat." Pemutusan hubungan ini jadi kejutan besar dan hambatan pada potensi pertumbuhan Rusia.
Lihat Juga :