Kehilangan Sapardi Djoko Damono, Erick: Karya Indah Bapak Selalu Hidup di Hati
Senin, 20 Juli 2020 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu karyanya yang paling populer adalah "Aku Ingin", yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu "Hujan Bulan Juni", "Yang Fana adalah Waktu", dan "Akulah si Telaga".
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie Melancholic Bitch.
Dikutip dari berbagai sumber, Sapardi diketahui aktif mengirim karya-karyanya ke berbagai majalah sejak mengenyam pendidikan di SMPN 2 Surakarta dan SMAN 2 Surakarta. Minatnya di bidang kesusastraan semakin terlihat saat dirinya kuliah program studi Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Sejak 1974 Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang kini bernama Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebelum pensiun, Sapardi sempat menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999.
Hingga menjelang wafatnya, Sapardi masih aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia belum berhenti menulis karya fiksi maupun non-fiksi.
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie Melancholic Bitch.
Dikutip dari berbagai sumber, Sapardi diketahui aktif mengirim karya-karyanya ke berbagai majalah sejak mengenyam pendidikan di SMPN 2 Surakarta dan SMAN 2 Surakarta. Minatnya di bidang kesusastraan semakin terlihat saat dirinya kuliah program studi Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Sejak 1974 Sapardi mengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang kini bernama Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sebelum pensiun, Sapardi sempat menjabat Dekan FIB UI periode 1995-1999.
Hingga menjelang wafatnya, Sapardi masih aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia belum berhenti menulis karya fiksi maupun non-fiksi.
(akr)
Lihat Juga :