Peringatan Baru IMF, 5 Tahun ke Depan Ekonomi Dunia Akan Semakin Sulit
Jum'at, 07 April 2023 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Kristalina mengatakan sekitar 90% ekonomi maju diperkirakan mengalami penurunan pertumbuhan, yang mencerminkan beban biaya pinjaman yang lebih tinggi setelah bank sentral menaikkan suku bunga secara tajam untuk menstabilkan harga yang melonjak. Bagi negara-negara berpenghasilan rendah, biaya pinjaman yang lebih tinggi datang pada saat melemahnya permintaan ekspor mereka.
"Itu adalah pukulan telak, membuat negara-negara berpenghasilan rendah semakin sulit untuk mengejar ketinggalan," ujar Georgieva. "Kemiskinan dan kelaparan bisa semakin meningkat, tren berbahaya yang dimulai dari krisis Covid," tambahnya.
Baca Juga: Apa Peran IMF untuk Indonesia? Ini Jawabannya
Sambil menyerukan dukungan untuk negara-negara yang rentan, Georgieva mengatakan pihak berwenang harus terus menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi selama tekanan terus berlanjut.
"Jika itu berubah, pembuat kebijakan akan menghadapi tugas yang lebih rumit, dengan pertukaran yang sulit antara sasaran inflasi dan stabilitas keuangan mereka, dan penggunaan alat mereka masing-masing," kata dia.
"Itu adalah pukulan telak, membuat negara-negara berpenghasilan rendah semakin sulit untuk mengejar ketinggalan," ujar Georgieva. "Kemiskinan dan kelaparan bisa semakin meningkat, tren berbahaya yang dimulai dari krisis Covid," tambahnya.
Baca Juga: Apa Peran IMF untuk Indonesia? Ini Jawabannya
Sambil menyerukan dukungan untuk negara-negara yang rentan, Georgieva mengatakan pihak berwenang harus terus menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi selama tekanan terus berlanjut.
"Jika itu berubah, pembuat kebijakan akan menghadapi tugas yang lebih rumit, dengan pertukaran yang sulit antara sasaran inflasi dan stabilitas keuangan mereka, dan penggunaan alat mereka masing-masing," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :