Daftar Negara Berkembang yang Diterpa Krisis Utang, Indonesia Termasuk?

Sabtu, 08 April 2023 - 05:56 WIB
loading...
A A A
Ghana berada dalam krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi, dimana menghabiskan lebih dari 40% pendapatan pemerintah untuk pembayaran utang tahun lalu. Negara Afrika Barat itu mendapatkan kesepakatan USD3 miliar dengan IMF pada bulan Desember, meskipun masih perlu mendapatkan jaminan pembiayaan dari pemberi pinjaman bilateral untuk mencapai penandatanganan akhir.

Produsen kakao, emas dan minyak itu telah mencapai kesepakatan untuk menuliskan utang domestik dan pekan lalu memulai pembicaraan utang formal dengan pemegang obligasi internasional.

- LEBANON

Sistem keuangan Lebanon mulai terurai pada 2019 setelah beberapa dekade salah urus dan korupsi, hingga pada awal 2020 terjadi gagal bayar. Lebanon tidak memiliki kepala negara atau kabinet yang sepenuhnya diberdayakan sejak 31 Oktober.

Sementara itu mereka mencapai kesepakatan sementara dengan IMF senilai USD3 miliar pada April 2022, tetapi IMF baru-baru ini memperingatkan Lebanon "dalam situasi yang sangat berbahaya" karena penundaan berbagai reformasi, termasuk perombakan perbankan dan nilai tukar.

Beirut mendevaluasi nilai tukar resmi untuk pertama kalinya dalam 25 tahun pada Februari. Bulan lalu bank sentralnya mengatakan, akan mulai menjual dolar AS dalam jumlah tak terbatas untuk menghentikan devaluasi spiral.

- MALAWI

Malawi bergulat dengan kekurangan devisa dan defisit anggaran sekitar 1,32 triliun kwacha (USD1,30 miliar) atau 8,7% dari PDB.

Negara Afrika selatan yang bergantung pada donor itu sedang berusaha merestrukturisasi utangnya untuk mendapatkan lebih banyak dana dari IMF, yang menyetujui dana darurat pada November.

- PAKISTAN

Gejolak politik dan ekonomi selama berbulan-bulan, diperburuk oleh banjir yang melumpuhkan tahun lalu dan inflasi sentuh rekor untuk menempatkan Pakistan di zona bahaya.

China setuju pembiayaan sebesar USD1,8 miliar yang sudah dikreditkan ke bank sentral Pakistan, dan bulan lalu menggulirkan pinjaman USD2 miliar yang telah jatuh tempo pada awal Maret. Sejauh ini China telah memberikan bantuan selama krisis neraca pembayaran akut Pakistan.

Tetapi pembicaraan dengan IMF untuk tahap pinjaman USD1,1 miliar mengalami penundaan, bagian dari bailout USD6,5 miliar yang disepakati pada 2019. Selain itu cadangan devisa telah turun, setara kurang dari empat minggu impor.

- TUNISIA
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
Rekomendasi
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved