Pekan Depan IHSG Dibayangi Inflasi China hingga Amerika
Sabtu, 08 April 2023 - 08:05 WIB
loading...
Pekan depan IHSG akan bergerak sideway. Foto/EkoPurwanto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) diprediksi masih bergerak sideways pada pekan depan. Pada penutupan minggu ini, indeks komposit tertekan 0,39% di 6.792.
Baca juga: 10 Saham Tercuan Pekan Ini, Ada yang Terbang 60,29%
Financial Expert PT Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani, menilai sejumlah sentimen masih membayangi IHSG, mulai dari pelaporan kinerja keuangan, fluktuasi harga komoditas, hingga rangkaian data makro, termasuk inflasi China dan Amerika Serikat.
"Minggu depan cenderung sideways. Selama IHSG masih kuat mempertahankan support pada MA-20 yaitu pada level 6.745, resistance di level 6.890," kata Chisty dalam risetnya, dikutip Sabtu (8/4/2023).
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas membaca bahwa indeks komposit berpotensi menguji support di 6.750-6.760 pada perdagangan Senin (10/4/2023). Hal itu tampak dari indikator Stochastic RSI yang bergerak turun dari overbought area.
"Didukung adanya indikasi deathcross dari indikator MACD," terang risetnya.
Dari dalam negeri, Phintraco memandang ekonomi domestik masih cukup kondusif. Pelaku pasar akan menantikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Maret 2023.
Baca juga: 10 Saham Tercuan Pekan Ini, Ada yang Terbang 60,29%
Financial Expert PT Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani, menilai sejumlah sentimen masih membayangi IHSG, mulai dari pelaporan kinerja keuangan, fluktuasi harga komoditas, hingga rangkaian data makro, termasuk inflasi China dan Amerika Serikat.
"Minggu depan cenderung sideways. Selama IHSG masih kuat mempertahankan support pada MA-20 yaitu pada level 6.745, resistance di level 6.890," kata Chisty dalam risetnya, dikutip Sabtu (8/4/2023).
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas membaca bahwa indeks komposit berpotensi menguji support di 6.750-6.760 pada perdagangan Senin (10/4/2023). Hal itu tampak dari indikator Stochastic RSI yang bergerak turun dari overbought area.
"Didukung adanya indikasi deathcross dari indikator MACD," terang risetnya.
Dari dalam negeri, Phintraco memandang ekonomi domestik masih cukup kondusif. Pelaku pasar akan menantikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Maret 2023.
Lihat Juga :