Bocah Pecandu Game yang Sukses Berbisnis Rumput Laut Goreng, Kekayaannya Hampir Setengah Triliun
Selasa, 11 April 2023 - 12:14 WIB
loading...
Aitthipat Kulapongvanich alias Ittipat yang sukses berbisnis rumput laut goreng. Foto/Steemit
A
A
A
JAKARTA - Aitthipat Kulapongvanich alias Ittipat, adalah seorang pengusaha Thailand yang mashyur berkat produk Tao Kae Noi, makanan ringan rumput laut goreng. Berawal hanya di Thailand, Tao Kae Non kini sudah merambah ke negara-negara Asia-Pasifik.
Baca juga: Amazon PHK 100 Karyawan Divisi Video Games
Kisah sukses Ittipat di dunia bisnis tak lepas dari kecanduannya bermain game online . Ada dua yang dia peroleh dari bermain game: pertama semangatnya yang tak mudah terpatahkan, dan tentu saja uang yang didapat.
Pada usia 16 tahun, seperti kebanyakan anak sekolah lainnya, Ittipat kecanduan game online Everquest. Dia merupakan salah satu pemain piawai sehingga berhasil mendapatkan banyak barang langka dan harta karun yang diperlukan untuk peningkatan karakter yang sulit didapatkan orang lain. Namanya di dunia per-game-an pun mulai berkibar.
Pemain game dari seluruh dunia, terutama dari AS, mulai menghubunginya untuk membeli barang langka dan harta karunnya. Ia pun memperoleh sekitar USD10 ribu atau Rp150 juta (kurs Rp15.000) setiap bulan. Dengan pendapatannya itu, dia seolah berada di negeri fantasi.
Pada usia 17 tahun, Ittipat melanjutkan studi di University of Chamber of commerce of Thailand. Di tahun yang sama, bisnis orang tuanya menghadapi krisis keuangan dan akhirnya bangkrut dan sehinga terbelit utang hingga USD10 juta atau Rp150 miliar.
Dia pun memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu keluarganya. Ittipat menjual ID permainannya dan dengan sejumlah uang yang lumayan besar, mulai memikirkan langkah apa yang dapat dia lakukan dengan uang itu agar dapat membantu keluarga.
Baca juga: Amazon PHK 100 Karyawan Divisi Video Games
Kisah sukses Ittipat di dunia bisnis tak lepas dari kecanduannya bermain game online . Ada dua yang dia peroleh dari bermain game: pertama semangatnya yang tak mudah terpatahkan, dan tentu saja uang yang didapat.
Pada usia 16 tahun, seperti kebanyakan anak sekolah lainnya, Ittipat kecanduan game online Everquest. Dia merupakan salah satu pemain piawai sehingga berhasil mendapatkan banyak barang langka dan harta karun yang diperlukan untuk peningkatan karakter yang sulit didapatkan orang lain. Namanya di dunia per-game-an pun mulai berkibar.
Pemain game dari seluruh dunia, terutama dari AS, mulai menghubunginya untuk membeli barang langka dan harta karunnya. Ia pun memperoleh sekitar USD10 ribu atau Rp150 juta (kurs Rp15.000) setiap bulan. Dengan pendapatannya itu, dia seolah berada di negeri fantasi.
Pada usia 17 tahun, Ittipat melanjutkan studi di University of Chamber of commerce of Thailand. Di tahun yang sama, bisnis orang tuanya menghadapi krisis keuangan dan akhirnya bangkrut dan sehinga terbelit utang hingga USD10 juta atau Rp150 miliar.
Dia pun memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu keluarganya. Ittipat menjual ID permainannya dan dengan sejumlah uang yang lumayan besar, mulai memikirkan langkah apa yang dapat dia lakukan dengan uang itu agar dapat membantu keluarga.
Lihat Juga :