PHI Beberkan Strategi untuk Capai Target Operasi dan Bisnis 2023
Kamis, 13 April 2023 - 07:10 WIB
loading...
PT Pertamina Hulu Indonesia tahun ini menargetkan produksi minyak sebesar 63,4 MBOPD dan gas sebesar 668,5 MMSCFD. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menyiapkan berbagai strategi operasi dan bisnis untuk mencapai target perusahaan di tahun 2023. Strategi yang akan dijalankan Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina ini antara lain optimasi portofolio dalam kegiatan eksplorasi, pengembangan, optimasi produksi, sinergi operasi, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi di wilayah kerja perusahaan di Kalimantan.
"Tahun 2023 ini, target produksi PHI ditetapkan sebesar 63,4 MBOPD untuk minyak dan 668,5 MMSCFD gas diikuti target pengeboran sebanyak 198 sumur pengembangan, 5 sumur eksplorasi serta 337 workover. Target ini sejalan dengan strategi yang sudah ditetapkan," ujar Direktur Utama PHI Chalid Said Salim di Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Dia menjelaskan, dalam rangka menghadapi tantangan lapangan migas yang sudah tua (mature), PHI menerapkan strategi kegiatan ekplorasi yang agresif untuk mencari sumber daya baru. Selanjutnya, optimasi baseline dan pengembangan untuk meningkatkan produksi, peningkatan sinergi dan pengadaan bersama dengan entitas Pertamina grup, serta evaluasi dan optimasi terhadap asset portofolio.
Baca Juga: Wawancara Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim: Memimpin Seperti Ayah dengan Komunikasi Terbuka
Hingga triwulan pertama 2023, kata dia, PHI berhasil mencapai produksi minyak sebesar 60,2 MBOEPD dan gas sebesar 764,7 MMSCFD. Pencapaian produksi ini masing-masing meningkat produksi sebesar 4% untuk minyak dan 14% untuk gas dibanding tahun 2022. "Peningkatan produksi gas yang signifikan berperan penting untuk menjaga pasokan gas di Kalimantan Timur kepada PLN, jargas, petrokimia, pupuk dan LNG," tuturnya.
PHI juga melakukan pengeboran 44 sumur eskploitasi/pengembangan. Melalui PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Perusahaan telah melakukan tajak pengeboran sumur eksplorasi Polaris D-1X pada tanggal 20 Maret 2023. Sumur ini merupakan pintu masuk (play opener) untuk area di wilayah kerja PHSS dan memiliki target reservoir yang lebih dalam dibandingkan reservoir-reservoir di lapangan yang telah berproduksi di sekitar wilayah tersebut.
Untuk kegiatan seismik, lanjut dia, PHI telah melakukan Survei Seismik Laut 3D Pertama di Perairan Kalimantan Utara hingga Mei 2023 melalui PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB). Kegiatan seismik ini diharapakan dapat digunakan untuk verifikasi dan pencarian cadangan sumber daya migas baru sehingga mampu berkontribusi dalam pencpaian target produksi minyak 1 juta barrel di 2030.
"Tahun 2023 ini, target produksi PHI ditetapkan sebesar 63,4 MBOPD untuk minyak dan 668,5 MMSCFD gas diikuti target pengeboran sebanyak 198 sumur pengembangan, 5 sumur eksplorasi serta 337 workover. Target ini sejalan dengan strategi yang sudah ditetapkan," ujar Direktur Utama PHI Chalid Said Salim di Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Dia menjelaskan, dalam rangka menghadapi tantangan lapangan migas yang sudah tua (mature), PHI menerapkan strategi kegiatan ekplorasi yang agresif untuk mencari sumber daya baru. Selanjutnya, optimasi baseline dan pengembangan untuk meningkatkan produksi, peningkatan sinergi dan pengadaan bersama dengan entitas Pertamina grup, serta evaluasi dan optimasi terhadap asset portofolio.
Baca Juga: Wawancara Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim: Memimpin Seperti Ayah dengan Komunikasi Terbuka
Hingga triwulan pertama 2023, kata dia, PHI berhasil mencapai produksi minyak sebesar 60,2 MBOEPD dan gas sebesar 764,7 MMSCFD. Pencapaian produksi ini masing-masing meningkat produksi sebesar 4% untuk minyak dan 14% untuk gas dibanding tahun 2022. "Peningkatan produksi gas yang signifikan berperan penting untuk menjaga pasokan gas di Kalimantan Timur kepada PLN, jargas, petrokimia, pupuk dan LNG," tuturnya.
PHI juga melakukan pengeboran 44 sumur eskploitasi/pengembangan. Melalui PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Perusahaan telah melakukan tajak pengeboran sumur eksplorasi Polaris D-1X pada tanggal 20 Maret 2023. Sumur ini merupakan pintu masuk (play opener) untuk area di wilayah kerja PHSS dan memiliki target reservoir yang lebih dalam dibandingkan reservoir-reservoir di lapangan yang telah berproduksi di sekitar wilayah tersebut.
Untuk kegiatan seismik, lanjut dia, PHI telah melakukan Survei Seismik Laut 3D Pertama di Perairan Kalimantan Utara hingga Mei 2023 melalui PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB). Kegiatan seismik ini diharapakan dapat digunakan untuk verifikasi dan pencarian cadangan sumber daya migas baru sehingga mampu berkontribusi dalam pencpaian target produksi minyak 1 juta barrel di 2030.
Lihat Juga :