Jangan Khawatir, Pangsa Pasar Bank Asing Masih Rendah
Senin, 20 Juli 2020 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi regulator, masuknya investor asing dapat menjadi salah satu sumber aliran capital inflow di sektor perbankan. Aliran modal ini kemudian akan mampu melonggarkan likuiditas di bank yang diambil alih.
Menurut Joshua, dengan adanya pelonggaran likuiditas dari bank yang diambil alih, maka risiko dari terbatasnya likuiditas di sektor perbankan akan semakin terbatasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, bank asing dan kepemilikan asing, mempunyai market share yang relatif rendah saat ini, yaitu sekitar 27%.
"Dengan rendahnya proporsi tersebut, maka regulator masihlah belum perlu khawatir terkait kompetisi yang terlalu ketat antara bank lokal dan bank asing atau kepemilikan asing," ungkap Joshua.
Anggota komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, kehadiran investor asing tersebut akan membuat industri perbankan nasional menjadi semakin menarik karena kehadiran pemain-pemain yang datang dari banyak negara, seperti AS, Eropa, Jepang, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Korsel, India, dan Thailand.
"Ini pertanda bahwa investor global semakin percaya dengan kondisi perbankan dan ekonomi Indonesia. Dari perspektif investasi tentu bagus. Artinya Indonesia dinilai sebagai pasar yang menarik," katanya.
Menurut Joshua, dengan adanya pelonggaran likuiditas dari bank yang diambil alih, maka risiko dari terbatasnya likuiditas di sektor perbankan akan semakin terbatasi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, bank asing dan kepemilikan asing, mempunyai market share yang relatif rendah saat ini, yaitu sekitar 27%.
"Dengan rendahnya proporsi tersebut, maka regulator masihlah belum perlu khawatir terkait kompetisi yang terlalu ketat antara bank lokal dan bank asing atau kepemilikan asing," ungkap Joshua.
Anggota komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan, kehadiran investor asing tersebut akan membuat industri perbankan nasional menjadi semakin menarik karena kehadiran pemain-pemain yang datang dari banyak negara, seperti AS, Eropa, Jepang, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Korsel, India, dan Thailand.
"Ini pertanda bahwa investor global semakin percaya dengan kondisi perbankan dan ekonomi Indonesia. Dari perspektif investasi tentu bagus. Artinya Indonesia dinilai sebagai pasar yang menarik," katanya.
(uka)
Lihat Juga :