Jangan Khawatir, Pangsa Pasar Bank Asing Masih Rendah
Senin, 20 Juli 2020 - 19:20 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Saat ini ada beberapa bank swasta lokal yang kepemilikannya diambil oleh investor asing sehingga status kepemilikannya berubah, dari sebelumnya kepemilikan swasta nasional menjadi swasta asing.
Sebagai contoh Kookmin Bank yang saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin. Lalu Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG). PT Bank Permata Tbk yang dijual kepada Bangkok Bank Public Company Limited, OCBC NISP dengan pemodal Singapura, serta BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang.
Masuknya investor asing di industri perbankan Indonesia justru bisa membawa keuntungan bagi kepentingan perekonomian nasional, karena membuat industri perbankan semakin kuat dari sisi permodalan dan bisnis. ( Baca juga:Rupiah Tak Bertenaga, BI: Semua Negara Juga Sama )
Pengamat Ekonomi Joshua Pardede menilai, pengambilalihan ini didasari oleh potensi dari industri perbankan di Indonesia yang masih dapat meningkat lebih tinggi lagi ke depannya seiring dengan laju pertumbuhan angka literasi keuangan.
"Selain itu, dengan masih berjalannya bonus demografi hingga 2030, potensi perluasan masih relatif tinggi," ujar Joshua di Jakarta Senin.
Tidak hanya potensi pasar yang masih tinggi, tingkat net interest margin (NIM) Indonesia masih relatif tinggi dibanding dengan negara-negara dengan profil yang mirip. Dengan benefit yang masih relatif tinggi, di saat periode normal pun, masuknya investor asing ke perbankan pada masa pandemi lebih didasarkan pada timing saja.
"Proses akuisisi sudah dimulai dari sebelum pandemi," katanya.
Sebagai contoh Kookmin Bank yang saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin. Lalu Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG). PT Bank Permata Tbk yang dijual kepada Bangkok Bank Public Company Limited, OCBC NISP dengan pemodal Singapura, serta BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang.
Masuknya investor asing di industri perbankan Indonesia justru bisa membawa keuntungan bagi kepentingan perekonomian nasional, karena membuat industri perbankan semakin kuat dari sisi permodalan dan bisnis. ( Baca juga:Rupiah Tak Bertenaga, BI: Semua Negara Juga Sama )
Pengamat Ekonomi Joshua Pardede menilai, pengambilalihan ini didasari oleh potensi dari industri perbankan di Indonesia yang masih dapat meningkat lebih tinggi lagi ke depannya seiring dengan laju pertumbuhan angka literasi keuangan.
"Selain itu, dengan masih berjalannya bonus demografi hingga 2030, potensi perluasan masih relatif tinggi," ujar Joshua di Jakarta Senin.
Tidak hanya potensi pasar yang masih tinggi, tingkat net interest margin (NIM) Indonesia masih relatif tinggi dibanding dengan negara-negara dengan profil yang mirip. Dengan benefit yang masih relatif tinggi, di saat periode normal pun, masuknya investor asing ke perbankan pada masa pandemi lebih didasarkan pada timing saja.
"Proses akuisisi sudah dimulai dari sebelum pandemi," katanya.
Lihat Juga :